22 Januari Tenaga Kesehatan Disuntik

22 Januari Tenaga Kesehatan Disuntik
Wahidin Halim, Gubernur Banten.

HEBOH: VAKSIN COVID


SERANG | TR.CO.ID
Gubernur Banten Wahidin Halim pastikan vaksin yang telah sampai ke Banten pada Minggu 3 Januari 2021 sekitar pukul 19.45 WIB, sudah lolos uji klinis dan mendapatkan izin dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM).
Gubernur Wahidin mengatakan, pemerintah Provinsi Banten menargetkan 43 ribu vaksin Covid-19, saat ini baru datang 14,460.
Menurut Wahidin, vaksin yang sudah sampai itu pada 16 Januari 2021 vaksin akan didistribusikan ke delapan Kabupaten Kota di Banten, lalu pada 22 Januari 2021 akan dimulai penyuntikan vaksin.


“Kan udah diuji oleh Lab di Bandung, udah keluar (Uji Klinis dan izin dari BPOM-red) sebelum ke Banten ke Bandung dulu ulah lolos semuanya,” katanya kepada awak media saat ditemui di Pendopo lama Gubernur Banten, Senin (04/01).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Vaksin yang jumlahnya 14.560 itu diperuntukkan untuk tenaga kesehatan yang ada di Banten.


Sebelumnya diberitakan, Vaksin Sinovac Covid-19 telah tiba pada Minggu 3 Desember 2020 pukul 19.45 di Provinsi Banten.
Pantauan lokasi, vaksin dari Kemenkes itu dibawa oleh kendaraan roda empat yang dikawal oleh mobil Barakuda dengan anggota personel kepolisian lengkap yang dibekali senjata laras panjang.
Vaksin covid-19 yang baru datang itu disimpan sementara di Labkesda (Gudang Farmasi) Provinsi Banten yang telah lengkap dengan lemari pendingin khusus.


Karo Ops Polda Banten, Kombes Pol Roem mengatakan vaksin tersebut diberangkatkan dari Biofarma, Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 15.45 WIB siang tadi, dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
"Barusan datang, sekitar pukul 19.45 wib. Langsung di masukkan tadi, kita melakukan pengawalan tadi dari Brimob, diberangkat dari Bandung sekitar pukul 15.45 wib dari Biofarma," katanya kepada media di lokasi.
Kombes Pol Roem mengaku jumlah vaksin yang telah sampai ke Banten ini berjumlah 14.560 vial atau delapan boks kardus yang ditutup rapat dengan alat pembantu lainnya.


Selama ada vaksin di tempat itu akan dijaga ketat oleh aparat kepolisian secara terus menerus untuk mengamankan vaksin dari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Kita akan melakukan pengamanan 24 jam bersama dinas kesehatan. Soalnya tanggal 16 itu harus di didistribusikan ke delapan Kabupaten Kota," pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, dari 40 ribu nakes yang terdaftar untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, hanya 36 ribu yang memenuhi syarat.
“Dari data itu, 4 ribu yang menderita comorbit atau penyakit penyerta. Dengan kata lain mereka yang tak memenuhi syarat. Jadi yang divaksin hanya 36 ribu,” kata Ati, Senin (04/01).


Selain itu, lanjut Ati, Nakes yang pernah terpapar Covid-19 dan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) juga tak akan mendapatkan vaksinasi. Dirinya beralasan, secara alami OTG yang sembuh akan membentuk antibodi.
“Yang kena Covid-19 dan OTG ngga dapat vaksinasi. Karena yang kena secara alami membentuk antibodi,” katanya.
Dijelaskan Ati, sebelum memberikan vaksin, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan screening.
“Nanti dilakukan screening dulu. Kalau ada penyakit bawaan apakah akan ditunda dan nanti divaksin lagi atau tak mendapatkan (vaksin) sama sekali. Tapi itu kemungkinan kecil,” jelasnya.


Menurut Ati, pemberian vaksin akan dilakukan sebanyak dua kali. “Akurasi vaksinasi pertama baru mencapai 50 persen. Jadi orang yang sudah disuntik ngga akan langsung membentuk kekebalan, perlu waktu 14 hari. Nanti kalau sudah 14 hari harus disuntik lagi. Dan di Banten belum seluruhnya mendapatkan vaksin masih ada 70 persen dari total 8,1 juta yang belum dapat,” ujarnya. (adg/jojo)