Anggota DPRD Diduga Pukul Warga Pakai Senpi

Anggota DPRD Diduga Pukul Warga Pakai Senpi

TANGERANG | TR.CO.ID


Berkembang informasi Anggota DPRD Kota Tangerang berinisial EE dari Fraksi PDIP melakukan penganiyaan kepada warga berinisial JP (26). Dugaan penganiyaan tersebut tertera dalam laporan polisi nomor: LP/B/1034/IX/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, diketahui penganiayaan itu terjadi pada Minggu, 19 September 2021 lalu dengan keterangan terlapor/pelaku EE dan PB.

Berkaitan hal itu, Harian Tangerang Raya langsung mengecek ke sekretariat DPRD inisial EE. Ternyata setelah dipastikan inisial EE adalah Epa Emilia. Mengetahui nama anggota DPRD dari fraksi PDIP tersebut, Harian Tangerang Raya langsung mengkonfirmasi yang bersangkutan melalui komunikasi telpon.

" Saya yang dianiaya dan berakibat badan memar dan benjol, tapi sudah damai,"ungkap Epa kepada Harian Tangerang Raya, Rabu (22/9) malam. Sembari mengutarakan dirinya ditolong seseorang pada peristiwa itu dan mengirimkan bukti laporan kepolisian atas peristiwa yang dialaminya kepada Harian Tangerang Raya.

Dalam laporan yang dikirim Epa, Laporan Polisi Nomor LP/B/1046/lX/2021/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya. Atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Laporan EE tersebut terjadi pada Rabu (22/9/2021).

Dikonfirmasi soal laporan JP yang menyatakan dipukul dengan senpi, Epa membantahnya. " Tidak ada Senpi, besok konfrensi pers, waktu belum dapat ditentukan, " ujar Epa singkat saat diminta keterangan melalui pesan Whatsapp.

Sementara itu, dalam laporan JP, dirinya dikeroyok juga disertai aksi pemukulan yang dilakukan EE diduga dengan senjata api jenis pistol. Akibat perbuatan EE, korban JP akhirnya melaporkan peristiwa naas tersebut ke pihak kepolisian.

Dalam laporan nomor: LP/B/1034/IX/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, diketahui penganiayaan itu terjadi pada Minggu, 19 September 2021 lalu dengan keterangan terlapor/pelaku EE dan PB.

Dalam laporan JP, penganiayaan itu terjadi berawal ketika terduga pelaku meminta kepada JP untuk mencarikan tukang atau pembuat interior rumahnya. Kemudian terduga pelaku memberikan uang kepada JP sebesar Rp225 juta. Begitu mendapatkan tukang terjadilah kesepakatan harga antara JP dan tukang tersebut sebesar Rp175 juta.

“Jadi awalnya pelaku meminta tolong untuk mencarikan tempat pembuatan interior. Lalu pelaku memberikan uang Rp225 juta,” kata JP kepada wartawan, Rabu (22/9).

Karena interior tersebut baru akan digarap, terduga pelaku EE memberikan uang muka sebesar Rp150 juta, dengan janji sisanya yang Rp25 juta akan dibayarkan setelah interior tersebut selesai dibangun.

Disaat interior dalam proses pembuatan, terduga pelaku mendatangi rumah JP di Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten pada Minggu (19/9) malam.

“Saat itu EE beralasan, sisanya Rp25 juta akan diberikan ketika pekerjaan lantai dua sudah selesai dikerjakan. Tetapi pelaku kecewa, karena pembuatan interior tidak selesai sesuai waktu,” sambung JP.

Kedatangan terduga pelaku untuk mempertanyakan kenapa interior tersebut tidak kunjung selesai. Saat itulah terduga pelaku emosi hingga memukul pipi sebelah kanan dan kepala korban dengan menggunakan gagang senjata api.

Akibatnya korban mengalami luka memar dan kepala luka hingga mendapatkan empat jahitan. Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Mapolres Metro Tangerang untuk ditindaklanjuti.

“Pipi luka, kepala sobek empat jahitan. Sudah dilaporkan ke polisi. Sekarang saya lagi istrirahat, ke penasihat hukum saya saja,” ucapnya. (Man/Hel)

 

Ketua DPRD Akan Panggil

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Gatot Wibowo menyebutkan, akan segera memanggil anggota DPRD Koat Tangerang dari Fraksi PDIP  yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga.

“ Oh gitu, besok akan dipanggil, untuk klarifikasi mengenai hal tersebut," katanya singkat. Gatot juga perintahkan Sekretaris Partai PDIP, Andri S Permana,red untuk melakukan pemanggilan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/9).

Gatot menyebutkan, dirinya berjanji untuk memberikan informasi selanjutnya akan dikabarkan dalam waktu dekat soal pemanggilan terhadap EE. Namun saat ditanyakan soal kepemilikan senjata api Gatot enggan menjawab lebih jauh. (man/hel)