Angka Kecelakaan Lalin 2020 Menurun

Angka Kecelakaan Lalin 2020 Menurun
Kasatlantas Polres Lebak, AKP Tri Wilarno.

LEBAK | TRM

Angka Kecelakaan Lalulintas 2020 di Kabupaten Lebak di klaim menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut, disampaikan Kepala Satuan Lalulintas Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tri Wilarno. Selain menurunya kecelakaan Lalulintas, jumlah pengendara yang meninggal dunia akibat kecelakaan juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dari data Lalulintas, terhitung mulai Januari hingga Oktober 2020, jumlah kecelakaan lalulintas menurun. Dengan total 76 kejadian. Sementara untuk tahun 2019 lalu, berjumlah 106 kejadian," kata Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Lebak, AKP Tri Wilarno, di ruang kerjanya.

"Semenentara, untuk jumlah kerugian, untuk tahun 2020 mencapai Rp 160.400.000. Sementara untuk 2019 lalu, kerugian mencapai Rp 90.900.000," sambungnya.

Penurunan jumlah angka kecelakaan lalulintas, jelas Tri, sebab berkurangnya aktivitas kendaraan di jalan. Mengingat, saat ini masih diberlakukannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang mengakibatkan ruas jalan yang ada di wilayah hukum Polres Lebak relaitif sepi.

Selain itu, lanjut Tri, Selama diberlakukannya PSBB, para pedagang yang biasa berjualan di Pasar Rangkasbitung juga berjualan secara bergilirin. Artinya, banyak aktivitas yang berkurang, sehingga ruas jalan, baik itu di perkotaan maupun di pelosok sepi.

"Selain itu, untuk objek wisata juga ditutup sehingga masyarakat lebih banyak waktu di rumah," tuturnya.

Mantan Kapolsek Jawilan tersebut mengungkapkan, bahwa untuk Jumlah kecelakaan yang meninggal dunia untuk tahun 2020 sebanyak 65 orang, sedangkan untuk tahun 2019 berjumlah 96 orang. Meski demikian, jelas Tri, penurunan angka kecelakaan bukan berarti nihil kecelakaan. Justru di masa pandemi virus corona kualitas kecelakaan lalu lintas tetap ada.

"Secara kuantitas menurun, secara kualitas kadang-kadang lebih parah, karena kondisi infrastruktur jalanya baik mungkin pengendara pengen ngebut dan tidak terkontrol sehingga menabrak,"ujarnya.

Masih lanjut Tri, biasanya kecelakaan dilakukan oleh pengendara yang memang masih bandel-bandel. Bahkan kata Tri, tak jarang ada pengendara yang hobi kebut-kebutan pada saat jalalan sepi selama PSBB. Waktu covid-19, pelaksanaan Operasi Zebra Kalimaya 2020, petugas lalu lintas yang berada di lapangan tidak di perbolehkan melakukan tilang.

Untuk itu, pihaknya selalu berupaya melakukan antispasi agar kecelakaan menurun. Dengan menemppatkan personil di Lapangan, terutama lokasi yang rawan laka lantas.

"Meski personil dikerahkan untuk berjaga, tapi perlu adanya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas meskipun jalanan sepi. Petugas sudah ada, namun tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Untuk itu,  jadi media juga ikut membantu menghimbau kepada masyarakat. Pentingnya tertib dalam berlalulintas, agar tidak membuat kemacetan dan terhindar dari kecelakaan," terangnya.(aji/rai/dam)