Bang Pitung Siap Berkiprah di Dunia Politik

Bang Pitung Siap Berkiprah di Dunia Politik
Ust. Assoghi Fiqri Firdaus dan Istri Hesvi Maika.
Bang Pitung Siap Berkiprah di Dunia Politik

TANGERANG | TRM
Ust. Assoghi Fiqri Firdaus atau biasa disapa Bang Pitung bakal di gadang-gadang akan ikut meramaikan bursa pencalonan angggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang.


Meskipun usianya masih 23 tahun dan terbilang muda, Warga Desa Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang ini akan maju di perhelatan Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2024 mendatang.
Bang Pitung yang lahir dari kalangan keluarga tenaga pendidik ini selaian masih duduk di bangku perguran tinggi. Ia juga dikenal sebagai pemimpin majelis, yang di berinama Majelis Ta'lim dan Dzikir Nurul Fikri. Waktu keshariannya banyak dihabiskan di bidang keagamaan.


Bang Pitung mengatakan, dirinya ingin berjuang menghidupkan umat Islam khususnya kepada pemuda pemudi, agar cinta kepada majelis ta'lim, majelis-majelis ilmu, menjadi sosok yang bisa mendidik, menjadi orang yang bisa mengatakan kebenaran dan berani mengatakan kebatilan kepada siapapun dimana pun, walau pun dia harus merasakan sakit.


Karena sekarang ini, sambung Bang Pitung, banyak orang yang diancam ketika dia mengatakan kebenaran, sehingga seorang pemuda pemudi merasa takut, juga banyak orang yang merubah suatu kebathilan menjadi kebenaran, banyak orang yang merubah tujuan hidup manusia dengan kebenaran menjadi kebodohan, banyak orang yang merubah niat baik menjadi kejahatan.


"Maka dari itu saya sebagai pemuda ingin mendidik suatu kebenaran yang dilandasi dengan ahlaqul karimah, bahwasanya orang yang berahlak itu tinggi drajatnya, walau pun dia berilmu tapi tidak berakhlak percuma," kata Pitung kepada Harian Tangerang dalam wawancara eksklusif, Rabu (27/08).

Pendidikan
Pendidikan Ust. Assoghi Fiqri Firdaus di mulai dari sekolah Tamana Kanak-kanak (TK), kemudian SDN Rawarengas 04, melanjutkan ke MTs Al-Hasaniyah sejak dibangku MTs, orang tuanya menitipkannya di pondok pesantren sambil melanjutkan ke SMAN 5 Kabupaten Tangerang, kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi BSI kini mendapat gelar Amd.Kom


"Walaupun saya tau bahwa pendidikan formal itu hanya mendidik kita di dunia, sementara yang saya pentingkan adalah duduknya saya di majelis ta'lim mendapat ilmu-ilmu agama dari guru-guru saya, para habaib, kiyai, Ust," ucapnya.
Dari kecil Ia ditipkan oleh ayahnya di madrasah untuk mengenyam pendidikan agama, karena orang tuanya ingin menjadi orang yang bisa menyatukan pendidkan formal dengan pendidikan keagamaan.


"Alhamdulillah saya sudah di nyatakan lulus , dan juga di berikan mandat untuk mendidik anak - anak pelajar SMP dan SMK," tuturnya.
Terkait akan berkiprah di dunia politik, anak dari pasangan Ust. H.Aryasin, dan Hj Siti Maryam ini, berani menyatakan sikap untuk maju sebagai Calon Anggota Legislatif (caleg), setelah mendapat restu dari orang tua, kerabat dan para guru - gurunya, seperti para Habaib, Kyai, Ust, Santri dan lainnya. Di tambah lagi kakak iparnya Wahab Z.A yang berlatar belakang tenaga pendidik juga merupakan kader militan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


"Saya terus diwacanakan akan maju sebagai caleg, tapi saya belum jawab. Namun, dengan adanya dukungan dari para guru dan masyarakat seperti saat ini, maka amanah yang akan diberikan rakyat ini, akan saya emban dan akan saya pertanggung jawabkan. Saya siap maju dengan dukungan rakyat,” tegasnya.
"Banyak jalan yang dapat kita tempuh untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, namun saya memilih jalur politik. Kenapa harus politik, karena kebijakan untuk kepentingan rakyat, tidak lepas dari perjuangan secara politik,” tambahnya.

Dapat Dukungan Dari Istri
Ust. Assoghi Fiqri Firdaus, rupanya juga mendapat dukungan dari istrinya Hesvi Maika S.M untuk berkiprah di dunia politik.
Hesvi Maika yang menikah dengan Assoghi pada 13 Maret 2020 juga memberikan dukungan kepada para guru-gurunya.


“Untuk kepentingan masyarakat banyak saya akan mendukung suami saya asalkan itu demi kabaikan," ungkapnya.
"Meskipun harus jarang dirumah tak menjadi soal, yang terpenting tujuannya jelas, untuk mensejahterakan rakyat, untuk memperjuangkan agama di jalan Allah juga," imbuhnya. (dam/jojo)