Bangli di Pasar Kronjo Jadi PR Satpol-PP

Bangli di Pasar Kronjo Jadi PR Satpol-PP
Sejumlah bangunan ruko yang menempati lahan milik Perumda Pasar NKR

KRONJO | TR.CO.ID

Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja, untuk melakukan revitalisasi pasar Kronjo, di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, tidak berjalan mulus.

Pasalnya, sejak direncanakan sekitar tahun 2018 silam, hingga kini rencana revitalisasi pasar yang sudah kumuh dan dikeluhkan pedagang tersebut belum terlaksana.

Dari hasil penelusuran Tangerang Raya Media, tempat penampungan pedagang sementera (TPPS) yang dibangun oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, belum ditempati oleh para pedagang lantaran masih tertutupnya akses ke lokasi tersebut.

Direktur Oprasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Ashari Asmat memastikan, revitalisasi pasar Kronjo, di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang akan terus dilanjutkan.

Pihaknya juga mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar dan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang.

"Kami sudah sampaikan ke pak Bupati, dan kami juga sudah melakukan musyawarah dengan para pedagang yang di fasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan," kata Ashari saat dihubungi Tangerang Raya Media, Minggu (17/1/21).

Terkait penertiban bangunan liar yang menutupi akses TPPS pasar Kronjo, Ashari menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan kepada pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Tangerang.

"Satpol PP sudah minta history nya, dan sudah kami kasih, jadi tinggal menunggu jawaban dari sana," tambah Ashari.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Syaifunnur Maszah menargetkan sebelum akhir tahun 2020, para pedagang di Pasar Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, akan direlokasi ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS).

Dia juga mengakui ada banyak bangunan yang tidak berizin yang menempati lahan milik Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang, sehingga butuh waktu untuk melakukan penertiban.

"Banyak bangunan yang tidak berizin yang perlu ditertibkan, dan saat ini kami sedang melakukan upaya persuasif dengan para pemilik bangunan," kata Syaifunnur.

Menurutnya, bangunan yang tidak berizin yang menempati lahan milik Perumda Pasar NKR Kabupaten Tangerang itu, menutupi akses masuk lokasi tempat penampungan pedagang sementara (TPPS).

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang itu, juga berjanji akan segera melaksanakan pembangunan pasar Kronjo dan merelokasi para pedagang ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS).

Terpisah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (15/1/21) baru saja melantik dan mengambil sumpah dua Jabatan Tinggi pratama setingkat  Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, salah satunya adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Tangerang.

Kepala Satuan penegak Perda itu, kini dijabat oleh Fachrul Rozi yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Kosambi.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, jabatan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan masyarakat dan tuhan yang maha kuasa, sehingga dalam menjabat harus bersikap adil, penuh rasa tanggung jawab, dan harus menunjukan dedikasi yang penuh sebagai abdi negara, dengan mementingkan kepentingan umum, diatas kepentingan pribadi.

"Cepat menyesuaikan diri dengan tugas yang baru diemban agar segera dapat mengimplementasikan berbagai macam kegiatan dan juga program yang direncanakan dan dialokasikan dalam APBD tahun anggaran 2021," ungkap Zaki. (iyo)