Bapenda Banten Siap Keluarkan Jurus Ampuh

Bapenda Banten Siap Keluarkan Jurus Ampuh
Tb. Regiasa Fajar, Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah.

SERANG | TRM

Dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Daerah dimasa Pandemi Covid-19, Bandan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten akan mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya diakhir tahun 2020.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah, Tb. Regiasa Fajar mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penghapusan denda pajak kendaraan.

Regiasa mengaku setelah selesai masa penghapusan denda yang dilakukan Pemprov Banten, pihaknya akan mengeluarkan tiga jurus ampuh dalam menggenjot PAD. Namun ia belum bisa menyebutkan jurus-jurus andalannya itu.

“Nanti aja (Jurus yang akan digunakan, red), setelah ini (Penghapusan denda, red) beres, semuanya akan kita lakukan untuk memaksimalkan target Pendapatan,” katanya, Senin (30/11).
Regi berharap meski dalam masa pandemi Covid-19, target pendapatan daerah bisa tercapai dengan maksimal.

“Kami berharap pembayaran PKB bisa dilakukan secara aktif, NJKB untuk membantu pembelian mobil baru, kebijakan Gubernur dan wagub,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah Bapenda Banten Ahmad Budiman mengatakan sampai dengan saat ini ada 2,240,717 kendaraan di Banten yang belum membayar pajak.

“Dari 5,271 juta separuh Nunggak, Sekitar 2,240,717 roda dua dan empat, Paking banyak Roda dua,” katanya kepada awak media.

Lanjut Budiman, dari 2 juta lebih kendaraan yang Nunggak pajak di banten itu jika di rupiahkan sebesar Rp 774 miliar.

“Tunggakan minimal separuhnya bisa masuk, Itu minimal 23 Desember bisa masuk Rp 387 miliar,” ujarnya.
Disinggung soal progres penerimaan pajak kendaraan pada saat penghapusan denda dimasa pandemi, Budi mengaku ada progres namun sampai dengan saat ini progres tersbeut belum bisa dikalkulasikan.

“Ada progresnya. Tertib administrasi kepemilikan kendaraan bermotor, pemilik yang menguasai,” ungkpanya.

Kata Budiman, secara umum kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sangat bagus, akan tetapi masih ada masyarakat yang kurang sadar dalam membayar pajak.

“Kesdadaran masyakat bagus tapi tergantung wilayah, secara umum bagus,” tukasnya. (adg/jojo)