BLK di Kelurahan Dibuka Secara serentak

BLK di Kelurahan Dibuka Secara serentak
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Rakhmansyah.

KOTA TANGERANG | TRM

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, membuka Balai Latihan Kerja (BLK) di kelurahan-kelurahan secara serentak, Selasa (10/11/20). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Tangerang agar mampu berdaya saing di tengah pasar global.

BLK tingkat kelurahan ini membuka 16 bidang pelatihan, diikuti 10.400 peserta. Menghadirkan para instruktur yang handal dibidangnya. Mulai dari pengolahan kompos, online shop, perikanan, pertanian hingga service motor dan sejumlah bidang lainnya.

"Di tengah pandemi Covid-19 tercatat ada 9.516 warga Kota Tangerang terkena PHK. Sebelumnya Kota Tangerang telah menggelar Jobfair Online, pemberian bantuan untuk UMKM. Kali ini, kita menggelar pelatihan kerja untuk masyarakat," ungkap Kepala Disnaker Kota Tangerang, Rakhmansyah.

Ia pun menuturkan, pelatihan akan berlangsung tiga hari, mulai dari pelatihan secara teori hingga praktik. "Dengan pelatihan ini, target kami masyarakat bisa berwirausaha secara mandiri atau bekerja di tempat yang membutuhkan jasa terkait,” harapnya.

Sementara itu, Ahmad Uhibbudin, salah seorang pembicara bidang Kompos mengatakan dalam pemaparannya ia akan menyajikan ilmu pengolahan kompos. Tak sekadar pengolahan, ia pun mengungkapkan bisnis kompos di tengah pandemi adalah pilihan yang tepat.

"Bisnis kompos termasuk bidang bisnis yang kurang dilirik masyarakat. Namun, saat ini kompos banyak peminatnya. Terlebih ini bisnis yang modalnya sangat minim. Dengan itu, bisnis ini adalah pilihan yang tepat untuk dipilih," katanya.

Para peserta pun antusias dengan pelatihan yang digelar Pemkot. Dan berharap, ilmu yang didapat pada BLK ini dapat menjadi bekaldan bermanfaat di masa depan.

“Dengan adanya pelatihan BLK ini, saya (mahasiswa) tertarik banget. Apalagi saat ini kuliah via online, cukup banyak maktu nutuk dapat melakukan aktivitas lain. Seperti Pelatihan Kompos ini. Kami dilatih mengolah kompos dari sampah rumah tangga. Saya pelajari tadi nilai bisnisnya cukup menggiurkan," tutur Difa, salah seorang peserta.

Para peserta pun berharap, pelatihan pengembangan diri seperti ini terus diperbanyak di Kota Tangerang. Sehingga, semakin banyak kesempatan masyarakat Kota Tangerang untuk memiliki keahlian khusus di berbagai bidang. (cng/ris)