Dewan Pertanyakan Pembongkaran Trotoar Jalan Soetta

Dewan Pertanyakan Pembongkaran Trotoar Jalan Soetta
trotoar di Jalan Soekarno-Hatta yang dibongkar kembali.

LEBAK | TR.CO.ID

Belum genap tiga bulan pemasangan trotoar di Jalan Soekarno-Hatta (Soetta), kini pekerjaan trotoar tersebut dibongkar kembali oleh pihak pelaksana proyek.


Pembongkaran trotoar membuat banyak tanda tanya di masyarakat, karena waktu pemasangan dan pembongkaran kegiatan tersebut tidak memakai plang kegiatan.


Melihat kondisi pembongkaran trotoar membuat anggota DPRD Kabupaten Lebak, Moch. Arif angkat bicara. Menurut Arief, kenapa trotoar baru berapa bulan dikerjakan, tapi sekarang sudah dibongkar kembali.


"Apa dalam pelaksanaan kegiatan memperindah jalur ruas Jalan Nasional ini tidak berdasarkan RAB atau bagian program Dinas PUPR yang salah memberikan gambar lokasi kegiatan," ujar Arif kepada wartawan, Selasa (02/02).
Ia menambahkan, dari awal kita melihat kegiatan tersebut akan bermasalah dikemudian hari, karena sejak pemasangan trotor kondisi jalan bukan tambah lebar tapi malah ruas jalan semakin mengecil.


“Ini merupakan pekerjaan pemborosan, yang menghabiskan uang rakyat secara mubazir,” tegasnya.
Arif meminta, agar kegiatan bongkar pasang kegiatan trotoar sepanjang 300 meter ditinjau inspektorat Provinsi Banten, karena kegiatan pekerjaan trotoar di jalan Nasional wewenang dari Provinsi Banten.


Sementara itu, Andi salah seorang pengawas proyek tersebut membenarkan untuk pembongkaran trotoar dengan panjang 300 meter untuk dibongkar kembali.


“Kami pasang kembali dengan mundur sejauh satu meter, agar tidak mengambil bahu jalan yang ada,” ujarnya.
Ia mengakui, kalau pemasangan trotoar baru selesai tiga bulan lalu dan sekarang pihaknya disuruh untuk memundurkan trotoar agar lebih jauh dari bahu jalan.


“Kalau tidak dimundurkan satu meter kebelakang, akan mengganggu aktifitas angkutan di jalan Nasional ini,” tandasnya. (zal/jojo)