Diguyur Hujan, Warga Bojong Leles Kebanjiran

Diguyur Hujan, Warga Bojong Leles Kebanjiran

LEBAK | TRM

Sejumlah warga di Kampung Sasak RT 03 RW 03, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak mengaku resah ketika turun hujan.

Pasalnya, setiap hujan area kampung tersebut kerap terdampak banjir yang diduga akibat sempitnya saluran irigasi di sepanjang jalan Perumahan Kembang Arum satu.

"Hujannya tidak terlalu besar. Tapi, genangan air dari jalan raya hingga ke warung kami lumayan bikin repot dan kerap menggenangi tempat usaha berikut kediaman saya," kata Fitri salah seorang warga setempat saat di hubungi melalui sambungan seluler di Rangkasbitung, Selasa (20/10).

Dijelaskan Fitri, setiap hujan turun, baik kecil maupun deras. Warung dan rumah selalu terdampak genangan air. Bahkan, yang namanya kecipratan air sudah dianggap biasa.

"Akibat adanya genangan air di area jalan raya, warung dan wajah kami kerap terkena cipratan air oleh pengendara yang melintas dan hal tersebut sudah tidak terhitung," ungkapnya.

Kemudian, selain warung tambah Fitri, jika hujan usai belum lagi pihaknya harus membersihkan sisa lumpur yang terbawa air masuk ke dalam rumah dan pekarangan.

"Intinya, kami resah dan merasa repot jika hujan turun. Oleh karena itu, kita minta Kepala Desa Bojong Leles mendorong pihak perumahan agar segera membuat gorong- gorong atau saluran irigasi," ujarnya.

Di tempat berbeda, Kepala Desa Bojong Leles, Budi Eviyana menegaskan jika banjir di area Kampung Sasak diakibatkan sempitnya saluran irigasi dari Perumahan Kembang Arum satu. Terlebih, tidak adanya penampungan air di area perumahan.

"Jadi air dari perumahan langsung turun ke jalan. Sehingga mengakibatkan timbulnya genangan air hingga ke Kampung Sasak," ungkapnya.

Mengenai upaya pemerintah desa dalam meminimalisir terjadinya banjir, pihaknya sudah melakasanakan gotongroyong dengan warga sekitar dan warga perumahan berikut anggota TNI AD, Polri yang bertugas di wilayah Desa Bojong Leles.

"Sudah kita usulkan pembangunan saluran irigasi. Tapi, wacananya akan dibangun tahun depan, yakni 2021. Mengingat, tahun 2020 ini sudah memasuki triwulan terakhir," pungkasnya. (bin/yat/dam)