Dinas PUPR Dianggap Menutupi Kesalahan Kontraktor

Dinas PUPR Dianggap Menutupi Kesalahan Kontraktor

Proyek Jalan Rp5,4 M Molor, Belum masuk Daftar Hitam

TANGERANG | TR.CO.ID

Badan Penelitian Aset Negara Republik Indonesia (BPAN – RI) Kota Tangerang mendesak pihak PUPR agar memberikan sanksi Daftar Hitam (Black List) kepada PT.Global Tri Jaya, terkait pengerjaan Jalan tidak Sesuai Kontrak Batas Waktu.

"Peningkatan Jalan Bouroq Kec. Batu Ceper, dikerjakan PT.Global Tri Jaya, dengan Jenis Pekerjaan Konstruksi K/L/PD dari Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan Pagu Rp 6,2  miliar diduga molor dari masa waktu yang ditentukan," tutur mantan Aktivis 98 itu kepada awak media ini, Selasa (21/9) .

Muchdi menjelaskan, Berdasarkan Panitia PPBJ Pemkot Tangerang memenangkan  PT.Global Tri Jaya,  sebagai pemenang Tender dengan penawaran Rp.5.4 M, disayangkan
dan patut diduga proyek itu tidak sebanding dengan besarnya uang APBD yang dianggarkan Pemkot Tangerang," tutur  Muchdi.

"Sudah tertangkap basah, sudah habis batas waktu 26 Juni 2021 pekerjaan, tetapi pihak pelaksana, PT.Global Tri Jaya pada bulan Juli 2021 masih saja mengerjakan Pembatas Jalan (Guadril) tapi tidak ada keterangan tertulis atas sikap tegas PUPR untuk memasukkan perusahaan tersebut pada daftar hitam (Black List),"ungkap Muchdi.

Ia menjelaskan, sudah habis waktu kontrak tetapi pekerjaan belum selesai yaitu sepanjang 40,- kurang lebih Pembatas Jalan (Guadril).

"Kepala Dinas dan Kabid PUPR, terkesan lepas dari  Quality Control atas kualitas pekerjaan ini, dan terkesan melindungi pihak kontraktor, Aneh seperti lepas tanggung jawab atas tugas Pokok dan Posisi (Tupoksi), "kritik Muchdi.

Pastinya sambung Muchdi, ada kerugian Negara atas dugaan  pengurangan Volume dan molor nya masa waktu pekerjaan.

"Persoalan nya ada 40 meter pekerjaan Pembatas jalan (Guadril) dipaksakan dikerjakan pada bulan juli 2021 karena belum sepenuhnya terpasang, dimana perencanaan pemasangan Guadril, diperkirakan sepanjang 260,- meter untuk lokasi Jalan Bouroq,"ucap nya.

Muchdi menegaskan, informasi yang berkembang di lingkungan PUPR mengenai dokumen tagihan yang diajukan PT Global, mungkin saja sudah diterima pihak Dinas PUPR dan saat ini, diduga sudah Proses pembayaran 100 persen.

"Belum ada keterangan resmi dan harusnya pihak Dinas PUPR, melakukan proses pemeriksaan Pekerjaan secara Profesional (Quality Control) untuk memastikan antara desain dan kualitas dalam kontrak sesuai dengan hasil pekerjaan dan tidak berpihak pada pengguna jasa /kontraktor bahkan harusnya memberikan sanksi yaitu
Daftar Hitam (Blacklist) agar dapat mengedepankan keselamatan pengguna jalan," kata Muchdi.

Muchdi menambahkan, Bila Penyedia Jasa mengajukan permintaan PHO terlambat yang mengakibatkan dengan waktu yang dimiliki panitia selama 7 hari kerja tersebut berakibatkan tanggal Berita Acara PHO melewati akhir masa pelaksanaan, maka kepada Penyedia Jasa harusnya dikenakan sanksi denda keterlambatan dan sikap tegas juga mengarah perusahaan tersebut dimasukkan kedalam daftar Hitam (Black List).

Dikatakan, antara kualitas jalan dan nilai proyek tidak sebanding, maka dinas PUPR dapat mengevaluasi kinerja dari pekerjaan kontraktor untuk proyek Peningkatan Jalan Bouroq harus dikenai sanksi denda dan dinyatakan Wanprestasi, sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati.

"Sebab, pengerjaan proyek itu molor atau penyelesaian juga belum sesuai dengan perjanjian pekerjaan/proyek dari jangka waktu kontrak yang seharusnya rampung pada 26 Juni 2021 yang lalu," pungkasnya.

Pantauan Awak media ini, dijalan
Bouroq pada bulan Juli terdapat bernama PJ (inisial) mengaku asal Sepatan Kab Tangerang mendapat pekerjaan dari mandor bernama PD
sedang mengerjakan pemasangan besi pembatas jalan (Guadril)

"Kemungkinan bisa 2 (dua) harilah, Saya bersama teman 3 lain Nya, diiminta mandor  mengerjakan   pemasangan besi - besi  pembatas jalan ini,"ucap PJ, belum lama ini.

Dikatakan PJ, Kami bertiga asal dari Sepatan Kabupaten Tangerang diminta kerja pemasangan besi pembatas jalan ini kemungkinan sepanjang 40 meter.

"Masang besi - besi ini setelah diukur agar sesuai arahan dengan perintah mandor lalu dibuat lubang dan ditancapkan ringan lalu memakai papan untuk melakukan menggunakan semen untuk pasang besi pembatas jalan kemudian  menggunakan Baut,"kata PJ singkat di jalan Bouroq Kel Batusari Kec Batu Ceper Kota Tangerang.
(Man/Hel)