DPRD Dorong Pembangunan USB Tahun 2021

DPRD Dorong Pembangunan USB Tahun 2021

SERANG | TRM

Banyaknya SMA/SMK Negeri di Banten yang masih belum mempunyai bangunan atau masih menumpang di sekolah lain, mendapat perhatian serius dari Koordinator Komisi V DPRD Banten M. Nawa Said Dimyati.
Menurut Nawa, dirinya memgaku prihatin pada saat melihat siswa sekolah SMK/SMA Negeri, menjalankan proses pembelajaran harus satu gedung dengan SMP bahkan bergantian pada saat KBM berlangsung.

Nawa Said yang juga Wakil Ketua DPRD Banten dari Daerah Pemilihan Kabupaten Tangerang itu mengatakan, awlanya Pemprov Banten berencana akan membangun Unit Sekolah Baru (USB) pada tahun 2020, namun terkendala pandemi Covid-19 karena dananya harus direfocusing untuk penanganan Virus Corona di Banten.

“Saya prihatin saat melihat siswa SMK atau SMA yang belajarnya masih numpang, kadang kala mereka pada saat belajar itu harus bergantian dengan siswa tuan rumah,” ujar Nawa, Minggu (25/10).

Nawa yang juga Politisi Partai Demokrat Banten mengngkapkan, program pendidikan gratis yang sudah berjalan di Banten ini, harus dibarengi dengan fasilitas yang memadai seperti bangunan dan alat penunjang pembelajaran lainnya.

“Program pendidikan Gratis untuk sekolah SMA dan SMK Negri di Banten sudah berjalan, namun ternyata penunjang pembelajarannya masih kurang, itu harus dipikirkan bersama,” ucapnya.

Melihat kondisi seperti itu sebagai wakil rakyat dirinya tidak akan diam, ia mengaku sering mengingatkan Pemprov Banten, agar segera membangun ruang sekolah baru terutama SMK dan SMA Ngeri yang masih belum mempunyai bangunan atau menumpang di sekolah terdekat.

Sebagai koordinator komisi V DPRD Banten yang mempunyai tugas dalam sektor pendidikan, dirinya mengaku tengah berupaya mendorong Pemprov agar segera membangun ruang sekolah baru, ia juga telah berupaya dalam Anggaran Pendaptan dan Belanja Daerah (APBD) Banten tahun 2021 agar rencana yang gagal pada tahun 2020 itu bisa dilaksnakan pada tahun depan.

“Di tahun angaran 2021 saya sudah mengusulkan untuk dibangun sekolah baru, karean saya melihat pendidikan itu sangat penting bagi generasi bangsa,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini Pemprov Banten juga berencana akan membangun Unit Sekolah Baru (USB) untuk SMK dan SMA Negeri di Kabupaten Lebak yang masuh berstatus filial. Pembangunan itu rencananya akan dilakukan pada tahun depan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten tahun 2021.

Menurut Tabrani, saat ini Pemprov juga telah membuat Satuan Tugas (Sathas) Pembanunan Unit Sekolah Baru (USB) dan sudah melakukan survai ke beberapa sekolah, setidaknya ada 13 sekolah yang direncanakan akan dibangun pada tahun depan.

“Jadi saya masuk itu (Jadi Kadis Dindikbud Banten, red) satgas udah ada, di ketuai oleh Pak Sekda, udah survai juga, insyaallah akan dibangun pada tahun 2021, mudah mudahan rencana itu bisa berjalan,” singkatnya.

Tabrani menambahkan, untuk SMK atau SMA Negeri di Lebak yang muridnya masih dan berada pada satu kecamatan akan dilakukan penggabungan, seperti SMK filial di wilayah Banten Selatan tepatnya di Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, disana dua SMK akan digabung menjadi satu.

“Empat sekolah tanahnya sudah ada, sembilan sekolah lokasinya dicariin sudah ada empat lokasi, tinggal empat lokasi, semuanya ada di Kabupaten Lebak, Cihara dijadikan satu karena murid sedikit-sedikit. Anggaranya nanti dimasukan ke APBD, TAPD yang ngatur,” pungkasnya. (dam/jojo)