Ganti Rugi Lahan Tak Sesuai, Warga Bojongleles Gugat Pemkab Lebak

Ganti Rugi Lahan Tak Sesuai, Warga Bojongleles Gugat Pemkab Lebak

LEBAK | TR.CO.ID

Dua warga Desa Bojongleles Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, menggugat Pemkab Lebak ke Pengadilan Negeri Rangkasbitung.


Gugatan tersebut, lantara keputusan tim appraisal dari Pemkab Lebak atas ganti rugi tanah untuk penahan longsor di ruas jalan Rangkasbitung-Cileles tidak sesuai dengan keinginan warga.


Pasalnya, lahan yang terletak di Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak ini dihargai dengan tafsiran nilai patokan terendah Rp 380.000 permeter, padahal rentang harganya hingga Rp 850.000 permeter.


Demikian dikatakan salah seorang pemilik tanah, Hafid yang tanah miliknya terkena gusur untuk penahan longsor kepada wartawan, Minggu (21/02).


"Kami tentu sangat kecewa, kenapa yang dipakai patokan harga terendah, apalagi pasaran tanah disekitar sini sudah Rp 1 juta keatas. Apalagi prosesnya dari awal tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, RT dan pihak desa sini juga mengaku tidak diberitahu terkait hal ini," kata Hafid menegaskan.


Menurut Hafid, seharusnya pekerjaan tersebut jangan dikerjakan dulu kalau belum beres pembebasan atau pembayarannya kepada pemilik tanah.


"Sebenarnya ada dua lahan yang terkena, milik saya seluas 144 meter dan milik Pak Berlin seluas 280 meter. Semuanya sudah memiliki Sertipikat. Awalnya kami berharap pihak pemerintah menaikan nilai ganti rugi dengan menyesuaikan harga pasaran disini, tapi karena sudah 4 bulan berjalan tidak ada penyesuaian atau kenaikan harga, maka kami akan mengajukan gugatan dan berkas gugatannya hari ini sudah ditandatangani," ucapnya.


Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait gugatan warga tersebut Pemkab Lebak, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Hamdan  mengakui, bahwa memang ada ketidakpuasan warga terkait nilai ganti rugi tersebut.


"Untuk nilainya itu sudah ditentukan oleh tim appraisal, kita tidak bisa menambah atau mengurangi. Kalau memang tidak ketemu kesepakatan harganya, silahkan saja untuk melakukan upaya lain," tandasnya. (ame/zal/jojo)