Gubernur Wahidin Kembali Perketat PSBB di Tangerang Raya

Gubernur Wahidin Kembali Perketat PSBB di Tangerang Raya
Gubernur Banten Wahidin Halim

TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali memberlakukan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh wilayah Tangerang Raya, meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.


Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pemberlakuan PSBB merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri terkait kebijakan pengetatan PSBB yang berlaku pada 11 Januari sampai 25 Januari 2021.


Menurut Gubernur, dalam pemberlakuan pengetatan PSBB kali ini pihaknya menekankan pendisiplinan protokol kesehatan masyarakat Tangerang Raya. Hal itu lantaran Tangerang Raya menjadi tiga wilayah zona merah yang masuk Provinsi Banten.
Wahidin menjelaskan, penegakan aturan bakal lebih digencarkan, seiring dengan kondisi tertekannya fasilitas kesehatan yang tersedia. Sementara di sisi lain, terus meningkatnya kasus Covid-19 di kawasan Tangerang Raya membuat tenaga medis kelimpungan.


"Kami berkesimpulan pentingnya kesadaran bagi seluruh masyarakat sehingga bisa mengurangi tingkat risiko. Infrastruktur sudah cukup memadai, tapi belakangan menghadapi tekanan jumlah pasien banyak RS terbatas, tenaga kesehatan terbatas," ujar Wahidin di Pendopo Bupati Tangerang di Kota Tangerang, Senin (11/01).


Hadir dalam rapat Walikota Tangerang Arief Wismansyah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie.


Wahidin menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan semua pimpinan daerah di Tangerang Raya tersebut.
Wahidin menegaskan, dalam pelaksanaa agar PSBB lebih efektif, koordinasi dengan wilayah tetangga, seperti Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat harus dilakukan. Hal itu agar kunci keberhasilan ditekannya kasus Covid-19 ada pada masyarakat bisa dilakukan.


Pasalnya, kondisi di hilir, yakni ketersediaan fasilitas kesehatan bagi pasien Covid-19 sangat mengkhawatirkan. Keterisian atau okupansi tempat tidur di berbagai daerah di Tangerang Raya secara keseluruhan penuh.


"Udah dari dulu (kerja sama sama daerah-daerah tetangga), tapi masyarakat enggak bisa kerja (sama)," pungkasnya. (iyo/jojo)