Kadin Bandara SHIA Rangkul UMKM Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Kadin Bandara SHIA Rangkul UMKM Bangkitkan Ekonomi Rakyat

JAKARTA | TR.CO.ID

Kamar Dagang dan Industri Bandara Soekarno Hatta International Airport (Kadin Bandara SHIA) merangkul pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Hal itu dibuktikan pengurus Kadin Bandara SHIA dengan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke tempat - tempat pelaku usaha diantaranya El-Mart kawasan Ruko Taman Royal, Cipondoh, Kota Tangerang dan Bakso Mang Oedin di Jl. Gunung Sahari 7A No 11, Ruko Speed Palaza, Sawo Besar, Jakarta Pusat.

Ketua Kadin Bandara SHIA Hj. Aam Maryamah, SH,MH, melalui Dewan Perimbangan Kadin Bandara SHIA Dr.H.Rd.Deden Syaiful Achyar, MSc, mengatakan, bahwa kunjungan kerja Kadin Bandara SHIA berawal dari rasa ingin mengentaskan dan memperkenalkan UMKM, disaat UMKM saat ini UMKM sedang dirundung duka dengan adanya pandemi covid - 19. Namun di balik itu mereka adalah pengusaha lokal, pengusaha pribumi yang notabene mereka makan dan hajat hidup dari keseharian nya itu.

"Nah dari sinilah kami berupaya untuk mencari peluang-peluang bagaiman UMKM ini tidak hanya sebatas para pengusaha besar, dimana adalah UMKM bagian dari pada objek yang di berdayakan nya. Kedepan langkah kadin ini mengedukasi untuk meningkatkan UMKM tersebut naik kelas dan kemudian dia eksis menjadi pelaku/penjual, tidak hanya sebagai sebatas domistic," ungkap Deden kepada Harian Tangerang Raya, Minggu (8/8/21).

Pengertian domistik itu, menurut Deden, bahwa di Bandara Soetta tidak terdapat produk UKM yang layak dinikmati oleh kelas menengah ke atas, apa lagi dengan label UKM nya cita rasa sudah lain dengan adanya cita rasa yang standar, mutunya juga lebih yang dia rasa perkirakan rasa nya tidak enak. Yang kedua ada standarisasi mengenai kwalitas dan higenis dari kebersihan UKM itu sendiri.

"Disini kadin berupaya mengangkat UMKM mengenalkan produknya agar mereka bisa di terima oleh kalangan-kalangan yang selama ini menginginkan kebersihan diantaranya, mencoba menggiring, memperkenalkan UMKM dengan pengusaha di Bandara Soetta terutama yang selama ini untuk konsumsi di pesawat terbang misalnya Purantara atau Aero food dan sebagainya," imbuhnya.

Deden menegaskan, tentunya apabila perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) peduli pada UMKM sudah semestinya mereka itu harus mengambil atau mengajak UMKM masuk menjadi bagian dari sebagai pemasok nya.

"Namun bila ada ke kurangan tinggal membina baik dari persyaratan, kemudian kebersihan nya itu kan kewajiban dari pada BUMN itu sendiri yang notabene mereka adalah perusahaan pemerintah, jadi jangan langsung mereka disisihkan, itulah yang selama ini terjadi," bebernya.

Kadin Bandara SHIA dalam hal ini akan terus menyadarkan cobalah bersama-sama mendidik UMKM produk bangsa, yang memang masyarakat yang awalnya kurang memahamai menyangkut standar dunia, bila memang mereka tidak mengerti itulah harus diberikan edukasi, mengajak ajak dan merangkul

"Ini lah kami mengetuk dan mengajak kepada kawan - kawan yang duduk di BUMN terutama yang bergerak di usaha bisnis, usaha makanan di usaha ritel dan sebagainya, cobalah saat ini kita bekerja sama mengajak dan memberikan peluang yang belum mereka miliki," harap Deden.

Ia menerangkan, dari hasil kunjungan kerja salah satunya Bakso Mang Oedin milik H.Eeng, dengan standar tertentu ingin disantap juga oleh para passengers (Penumpang_red) Pesawat terbang. Bakso Mang Oedin adalah salah satu produk UMKM  asal Indonesia yang sudah di kenal di mancanegara seperti Jeddah Arab Saudi, Suriname, Srilangka dan Maroko. Namun sulit untuk masuk ke Bandara Soetta.

"Yang namanya bakso menjadi bagian sebagai makanan pokok di Indonesia bahkan mungkin di wisatawan utama di kelas menengah ke atas contohnya di hotel manapun bila ada acara wedding maupun seremonial selalu ada sajin bakso,  itu sudah bukti bahwa bakso itu sudah makanan universal bukan hanya untuk kelas bawah tapi juga kalangan atas.

Apa bila mereka kita dorong, kita berikan edukasi Insya Allah dan bila mereka sudah memiliki persyaratan sseperti label dari MUI, ada standar tertentu dari penerbangan, kita dorong  agar UMKM ini naik kelas dan bisa di sejajarkan dengan membuka gerai - gerai di setiap terminal Bandara Soetta," imbuh Deden.

Sementara itu H. Eeng pemilik Restoran Bakso Mang Oedin Jl. Gunung Sahari 7A No 11, Ruko Speed Palaza, Sawo Besar, Jakarta Pusat, mengapresiasi kinerja Kadin Bandara SHIA yang terus berupaya merangkul UMKM dalam membangkitkan ekonomi rakyat. Dimana dimasa pendemi pihaknya butuh konsumen, Kadin datang memberikan penilaian dan arahan.

"Ya kita bersyukur atas kunjungan kerja Kadin Bandara SHIA semuanya, ke tempat usaha kami datang merangkul dan memberikan soulusi tepat, dimasa pandemi covid 19 ini, semua omzet turun untuk memenuhi biaya operasional saja sudah Alhamdulillah," ujarnya.

Ia menceritakan kisah pilu saat berjualan di tengah pandemi,  mulai buka di bulan maret 2020 yang saat itu di awal pandemi datang.

"Ya memang tertatih-tatih, ya cuman di bulan juli agustus itu omzet sudah melebihi target, ketika september turun lagi sampai sekarang, dan itu kita berfikir tetap buka minimal operasional tertutup memperjuangkan nasib karyawan juga, apa bila menganggur kan kasihan Karna memang restoran kita ini lebih kekeluargaan," ujar Wakil Ketua 1 Kadin Bandara SHIA.

Ia menjelaskan, Cabang Bakso Mang Oedin terdapat di Jeddah Arab Saudi, kemudian melebarkan usaha bakso  di Indonesia. selain restoran bakso di Jl. Gunung Sahari 7A No 11, Ruko Speed Palaza, Sawo Besar, Jakarta Pusat, pihaknya berencana membuka outlet di Kabupaten Serang dan Halim, namun karena ada PPKM jadi tertahan.

"Cabang Bakso Mang Udin terdapat di Jeddah Arab Saudi, tadinya ada tig outlet, yakni di kornes, Bagala dan Majid terapung juga ada Mini Market, target kita sih, setiap daerah ada, karena masih pandemi jadi kita batasi. Tentunya kita berharap  ada sinergi dengan Kadin Bnadara SHIA. Kita bisa kerja sama di bidang food ini, ataupun di bagian yang memang di berikan pelatihan, di berikan fasilitas agar produk kita dibuat Prozen Food," pungkas Eeng. (fuad/dam)