Kemenag Banten Pastikan Urus Izop Madrasah Gratis

Kemenag Banten Pastikan Urus Izop Madrasah Gratis
Kakanwil Kemenag Banten menyerahkan secara simbolis SK Izin Operasional kepada Pimpinan Lembaga Madrasah dan Pondok Pesantren

SERANG I TR.CO.ID

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Nanang Fatchurochman memastikan bahwa pengurusan izin operasional (Izop) baru maupun izin operasional perpanjangan madrasah tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

"Pemberian SK Izin operasional untuk lembaga tersebut gratis, tidak dipungut biaya seperak-pun. Jadi kalau ada yang mengatasnamakan misalnya untuk mengurus izin operasional harus mengeluarkan biaya, saya pastikan itu adalah hoax. Dan apabila menemukan oknum melakukan hal tersebut segera melaporkan," kata Nanang Fatchurochman, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten usai silaturahmi sekaligus penyerahan SK Izop kepada puluhan pimpinan madrasah di Aula PIH Kemenag Banten, Rabu (25/8).

Nanang memastikan era kepemimpinan Kanwil Kemenag Banten saat ini berbeda dengan era sebelumnya. Pihaknya berkomitmen memberikan layanan perizinan berbasis cepat, tepat dan transparan.

"Kita ingin membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan pondok pesantren. Sudah saatnya kualitas madrasah jauh lebih baik sekaligus merawat kebhinekaan dan NKRI harga mati," ungkapnya.

Dinamika Banten sempat mendapat kabar kaitan pengurusan Izop baik madrasah maupun pondok pesantren memakan waktu yang cukup lama bahkan hingga bertahun-tahun. "Keluhan itu saya juga sempat dengar. Nah untuk sekarang alhamdulillah, begitu ada di meja kita langsung selesaikan. Jadi tidak perlu menunggu lama dan hari ini kita langsung buktikan," ucap Nanang meyakinkan.

Pada pertemuan tersebut, Nanang yang didampingi Kabid Pendidikan Madrasah, Miftahuddin Djabby dan Kabid Pakis Encep Syafruddin memberikan 41 Izop baru dan 30 Izop perpajangan madrasah baik RA, MI, MTs maupun MA swasta di Banten.

Kakanwil Kemenag yang dilantik pada 2 Maret 2021 ini mengungkapkan belakangan ini ada informasi hoax beredar yang coba menyudutkan kawan-kawan di Kementerian Agama. "Padahal setelah saya croos check di lapangan itu ternyata tidak benar. Jadi ada oknum-oknum yang memanfaatkan tentang pengurusan Izop tersebut," tandasnya.

Kakanwil berpesan dengan telah diterimanya Izop oleh pimpinan lembaga madrasah diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Menurutnya ini bisa digunakan untuk update-ing data secara nasional dan bermanfaat juga untuk operasional lainnya baik itu untuk peningkatan kualitas, status pendidikan nasional maupun pengurus administrasi seperti BOS, BOP dan lain sebagainya.

Permohonan Maaf

Sementara itu masih dalam pertemuan tersebut, Kabid Pendidikan Madrasah Miftahuddin Djabby menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan lembaga madrasah jika proses Izop berlangsung sangat lama.

 "Tapi saya bisa pastikan lamanya proses itu ada beberapa kemungkinan yaitu pertama karena berkas belum sampai disini (Bidang Penmad Kemenag Banten-red) dan kedua meskipun berkas sudah disini lalu setelah diverifikasi ada beberapa syarat rukun dalam hal ini pemberkasan yang belum lengkap," jelasnya.

Namun demikian, sambung Miftah, kita patut bersyukur karena usulan Izop baru maupun Izop perpajangan madrasah yang sudah lengkap saat ini akan diserahkan langsung oleh Pak Kakanwil.

"Dan perlu dicatat bahwa pengurusan izop ini nol rupiah atau tidak berbayar. Yang penting usulan pemberkasan bapak/ibu lengkap maka kita akan langsung proses. Ini sesuai dengan semangat Pak Kakanwil yang ingin memberikan pelayanan cepat dan tepat," katanya lagi. (adg)