Kuota SMAN 15 Hanya 324 Siswa

Kuota SMAN 15 Hanya 324 Siswa

TANGERANG | TRM

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan secara online di provinsi banten sudah dimuali sejak 26 Mei 2020 kemarin. PPDB secara online itu dijadwalkan hingga 27 juni 2020 mendatang. setiap sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten sudah menyiapkan daya tampung siswa baru, salah satunya SMAN 15 Kota Tangerang.

Kepala  SMAN 15 Kota Tangerang Roni Yunardi mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sudah berjalan dilakukan secara online. ”Kami hanya menjalankan juknis yang dikeluarkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten dengan pendaftaran PPDB online,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/13)

Calon siswa yang sudah mendaftar secara online harus melakukan penyerahan berkas yang telah diupload untuk dilakukan pemeriksaan secara faktual dalam pelaksanan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

“Sejauh ini lancar saja mulai dari pendaftaran, verifikasi faktual oleh guru lancar. Namun kita tidak tahu kedepannya seperti apa, setelah tanggal 27 Juni setiap sekolah sudah menyiapkan segala kemungkinan-kemungkinan,” tambah Roni.

Ia menjelaskan, jumlah pendaftar cukup antusias. Saat ini jumlah pendaftar saja sudah mencapai 1046 pendaftar. “Sementara dari kuota penerimaan 324 siswa,” terangnya.

Selain itu, sebanyak pendaftaran sendiri akan ditutup 27 Juni nanti. Roni memprediksi besar kemungkinan para pendaftar akan terus bertambah.

“Gak ada masalah. 2 ribu juga gak ada masalah, karena tidak ada batasan karena kuota hanya berapa tinggal di potong saja,” tegasnya.

Sementara SMA Negeri 15 Kota Tangerang sendiri membuka jalur pendaftaran sejak 26 Mei sampai 27 Juni. Bahkan pengumuman akan dilakukan pada 30 Juni 2020 mendatang.

PPDB online tersebut melalui jalur zonasi sebanyak 50 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 15 persen dan perpindahan orang tua 5 persen.

Sementara itu salah satu wali siswa saat menyerahkan berkas pendaftaran dilokasi merasa dalam proses PPDB tersebut tidak mempunyai kendala. “Tidak ada kendala lancar-lancar saja mas,” paparnya. (bal/dam)