Lebak Butuh Ribuan Guru PNS

Lebak Butuh Ribuan Guru PNS
Hidayatulah, Kabag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak

LEBAK | TRM

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak menyampaikan, bahwa di Kabupaten Lebak membututuhkan ribuan guru PNS. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memiliki insiatif untuk merekrut guru honorer demi berjalannya dunia pendidikan di Lebak.

"Dindikbud membutuhkan guru PNS sebanyak 4,698 guru. Setelah dirinci kita membutuhkan sebanyak 3,250 guru Sekolah Dasar (SD) dan 1,448 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP)," kata Kasubag Umum Dan Kepegawaian (Umpeg) Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Hidayatullah. Senin, (30/11).

Kata Hidayatullah, jumlah guru honorer di Kabupaten Lebak saat ini berjumlah 3,538 Orang. Jumlah tersebut di antaranya guru honorer SD dan SMP.

"Dari Guru Tidak Tetap (GTT) non S1 sebanyak 486 orang, GTT S1/S2 sebanyak 2.694 orang dan Tata Usaha Tidak Tetap (TUTT) 687 orang," katanya.

Lanjut Hidayatullah, jumlah guru tersebut tersebar di seluruh Kecamatan. Untuk jumlah guru honorer yang membantu tugas guru PNS berjumlah 5,008 orang yang terdiri dari 3,610 guru SD dan 1,398 guru SMP.

"Jika guru honorer ini cabut, itu nyaris tidak bisa melakukan pembelajaran di sekolah karena gurunya tidak ada. Untuk itu kami terpaksa mengangkat guru tidak tetap (GTT) untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar," jelasnya.

Saat ini kata dia, tingkat Sekolah Dasar Negeri, Kabupaten Lebak hanya memiliki 3,610 guru PNS padahal kebutuhan guru untuk tingkat tersebut mencapai 6,860 guru dan masih kekurangan 3,250 guru.

Sementara, untuk tingkat SMP saat ini baru terpenuhi sekitar 1,398 guru, masih kekurangan 1,448 guru dari total kebutuhan sebanyak 2,846 guru.

Oleh karena itu, Pemkab Lebak telah memberikan insentif sebagai bentuk kepedulian terhadap kinerja para guru honorer yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak.

“Untuk nominal yang diterima berdasarkan jenjang S1, guru honorer dengan pendapatan Rp 350 ribu perbulan, dan ada tambahan dengan biaya waktu kerja perjamnya Rp 10 ribu,"

“Kita harus memperlihatkan keberpihakan. Salah satu honor untuk para guru honorer ini harus kita tingkatkan supaya mereka juga betul betul bisa kita mintakan dedikasinya,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, selama ini tenaga para guru honorer sangat membantu dunia pendidikan di Kabupaten Lebak.

“Karena kalau kita bicara dunia pendidikan Kabupaten Lebak sudah mencapai seperti ini, ini sumbangsih dari mereka kontribusi dari guru honor,” tegasnya.

Ia menilai dengan adanya program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dicanangkan pemerintah pusat terkait rekruitmen satu juta guru merupakan sebuah harapan.

"Dan saat ini tahun 2020 ada pengangkatan CPNS sebanyak 156 guru dan 243 PPPK, jadi harapannya guru yang begitu banyak di Lebak itu dapat di tempuh dengan program PPPK dan CPNS," pungkasnya. (aji/fik/dam)