Mahasiswa Tolak Aktivitas Tambang di Lebak

Mahasiswa Tolak Aktivitas Tambang di Lebak

LEBAK | TRM

Aktivitas pertambangan emas milik PT Graha Makmur Coalindo (GMC) di Lebak Selatan terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Banten melakukan protes, mereka mendesak agar Pemprov Banten jangan asal mengeluarkan izin.

"Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi Banten jangan asal memberikan izin. Mengeluarkan kebijakan harus melihat semua aspek dan tak seenak jidat," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Banten, Indra Patiwara kepada awak media, Sabtu(28/11).

Menurut Indra, pihaknya menolak keras keberadaan perusahaan tambang emas milik PT GMC di Lebak Selatan. Menurut ia, Pemprov Banten harus mengkaji ulang izin perusahaan tambang emas tersebut.

"Namanya aktifitas tambang itu, jelas akan merusak ekosistem laut dan bisa menimbulkan kerusakan lingkungan, sehingga berdapak terhadap keberlangsungan nelayan yang ada di pesisir pantai. Pantai yang ada di Lebak Selatan itu, sering terjadi bencana alam, kita menyatakan keras menolak," ucapnya.

Seandainya para nelayan yang menggantungkan nasibnya di laut tersebut. Kata Indra, Pemkab Lebak dan Pemprov Banten orang yang harus disalahkan dan mereka harus bertanggung jawab.

"Saya minta, Pemda dan Pemprov harus segera menutup PT GMC yang ada di Lebak Selatan dan menghentikan segala bentuk aktifitasnya."jelasnya.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta juga telah mendesak agar Pemkab Lebak dan Pemprov agar segera menghentikan perusahaan penyedotan emas di pantai Bayah Selatan.

"Rencana, penyedotan emas diduga milik perusahan PT GMC (Graha Makmur Coalindo-red) harus dihentikan. Kalau tetap diberikan izin, tentu akan terjadi bencana," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi.

Tubagus menjelaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Banten seharusnya tidak boleh arogan, karena Kabupaten Lebak sendiri tak menginginkan tambang emas tersebut. Kata Tubagus, seharusnya untuk daerah yang memang rawan dengan terjadinya potensi bencana, ada perlinddungan terhadap ekosistem. Sehingga bisa memperkuat agar daerah tersebut tidak terkena bencana.

"Nantinya, dampak dari penyedotan emas di pantai Lebak Selatan, tentu bisa menimbulkan kerusakan ekosistem laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan nelayan. Pemerintah harus mempunyai sikap, yakni menghentikan penambangan emas di perairan laut Bayah," terang Tubagus. (aji/rai/zal/jojo)