Mahasiswi UPI Bandung Laksanakan KMP di SDN Nambo Ilir

Mahasiswi UPI Bandung Laksanakan KMP di SDN Nambo Ilir

SERANG | TRM

Program Kampus Mengajar Perintis (KMP) merupakan bagian dari kebijakan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dari kementrian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia. Program ini diikuti oleh berbagai mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu sekolah dasar yang terpilih untuk program KMP adalah SDN Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Terdapat salah satu mahasiswi UPI Bandung yang menjadi relawan di sekolah ini.

Plt Kepala UPT SDN Nambo Ilir, Hj. Umi Kurniasih membenarkan ada salah satu mahasiswi dari UPI Bandung yang diberikan kesempatan mengikuti program KMP. Dengan mengikuti program ini, mahasiswi dapat kesempatan untuk mengasah interpersonal sekaligus mendapatkan pengalaman mengajar. Program KMP dianggap mampu memberikan manfaat berupa simbiosis mutualisme yang terjadi antara sekolah dasar dan mahasiswa.

Selain itu, peserta didik sekolah dasar dapat kesempatan untuk berinteraksi dan terinspirasi oleh mahasiswi pengajar yang mengikuti program KMP.

“Mahasiswi yang ikut program KMP diharapkan mampu membantu proses pembelajaran lebih efektif sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 ini,” kata Umi.

Ia mengungkapkan, program KMP ini juga disupervisi dan diverifikasi oleh Bapak Odo Hadinata, salah satu pejabat dari Kemendikbud yang melakukan monitoring ke SDN Nambo Ilir. “Terima kasih kepada bapak Odo Hadinata yang telah berkunjung ke sekolah kami,” ucapnya.

Terpisah, Pejabat Kemendikbud yang melakukan supervisi program KMP ke SDN Nambo ilir, Odo Hadinata menambahkan program KMP bertujuan untuk memberikan solusi kepada kepala sekolah dasar yang terdampak pandemi covid-19, sehingga tidak mampu mengadakan proses belajar mengajar dengan efektif. Dengan memberdayakan mahasiswi sebagai pendamping guru di sekolah dasar domisili mahasiswi tersebut. Program ini diharapkan mampu membantu para guru dan kepala sekolah dasar yang dituju dalam pelaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi covid-19.

“Program KMP dianggap mampu memberikan manfaat berupa simbiosis mutualisme yang terjadi antara sekolah dasar dan mahasiswi,” kata Odo. (mur/dam)