Mancing Ikan Dikubangan Terminal Mandala

Mancing Ikan Dikubangan Terminal Mandala
Para tukang Ojeg memancing dijalan berkubang di dalam terminal Mandala.

Aksi Protes Tukang Ojeg


LEBAK | TR.CO.ID
Sejumlah perwakilan tukang ojeg dan pedagang yang berjulan di terminal bus tipe A, Mandala Rangkasbitung Kabupaten Lebak, melakukan aksi protes jalan rusak dengan cara yang unik.


Mereka melakukan aksi protes dengan memancing ikan di kubangan jalan rusak, yang dianggap seperti kolam ikan dipintu masuk dan di dalam area terminal bus Mandala


"Aksi itu terpaksa dilakukan karena sudah berbagai cara dilakukan oleh mereka dan awak kendaraan, agar jalan di dalam terminal bus terbesar di Lebak yang melayani rute ke berbagai kota antar provinsi tersebut, tak kunjung mendapatkan tanggapan dari Kemententrian Perhubungan sebagai pengelola terminal," ujar Gunawan salah seorang penarik ojek terminal Mandala kepada wartawan, Kamis (25/02).


Gunawan mengatakan, dirinya bersama komunitas ojeg pangkalan (Opang) dan perwakilan pedagang kios di dalam terminal Mandala, memancing ikan di kubangan tengah jalan layaknya di sebuah kolam ikan.          


“Ukuran kedalaman kubangan sangat bervariatif dari mulai 10 centimeter hingga 20 centimeter. Dan kami menyebar di dalam terminal, sehingga ketika turun hujan lubang jalan menyerupai kolam ikan,” ucapnya.   


Gunawan menambahkan, perwakilan pedagang dan penarik ojek mancing di kubangan itu adalah sindiran kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, lantaran jalan masuk dan di dalam terminal yang melayani rute ke berbagai kota dan provinsi tersebut tak kunjung diperbaiki.


"Dulu ketika terminal masih dikelola oleh Dishub Kabupaten Lebak, tidak pernah seperti ini kondisinya. Sekrang, selain banyak jalan di area terminal rusak parah, juga pengaturan bus semrawut dan banyak yang ngetem di luar terminal," ungkapnya.
Terpisah, Ujang salah seorang pemilik kios di terminal mengungkapkan, bagaimana dirinya berjualan didalam terminal sementara jalanya saja rusak kayak kubangan kerbau dan para penumpang diturunkan oleh pihak supir bis diluar terminal.
“Kami ini pedagang di areal terminal sudah kewalahan dalam menutup kebutuhan buat makan, akibat dari sepinya para penunmpang kendaraan umum masuk dalam terminal,” tandasnya. (zal/jojo)