Masyarakat Kompak Bersihkan Sungai Cidurian

Masyarakat Kompak Bersihkan Sungai Cidurian
Paino Kepala BBWSC3 saat sambutan.

SERANG | TRM

Dalam rangka peduli lingkungan, masyarakat di tiga desa, yakni Desa Siketug, Cisitu dan Desa Ujung Tebu melakukan aksi bersih Sungai Cidanau di wilayah Ujung Tebu dan sungai Kampung Peuteuy di Desa Ujung Tebu Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang Kelurahan Benteng, Selasa (10/11
Dalam suasana pandemi Covid-19 kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di satu tempat yakni di Desa Ujung Tebu.

Aksi bebersih aliran sungai yang terletak di sisi jalan diikuti lebih dari 100 orang yang terdiri dari komunitas pecinta lingkungan dan masyarakat.

Kepala Balai Besar Warga Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) yang diwakili oleh Paino, sebagai jabatan fungsional Ahli madya di BBWSC3 mengatakan, peserta aksi bersih Sungai Cidurian tidak hanya memungut sampah yang ada di aliran sungai, tapi juga beberapa titik di sekitar sungai.

“Mereka langsung membersihkan sampah yang ada di aliran Sungai Cidurian seperti batang kayu maupun bambu yang tersangkut di pilar Jembatan Sungai Cidurian yang ada di Desa Ujung Tebu,” ujar Paino.

Menurutb Paino, kegiatan bersih lingkungan ini dilakukan agar sungai lebih terawat serta sungai juga menjadi bersih.

“Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan dalam rangka supaya sungai terawatt, serta bermanfaat bagi masyarakat setempat. Kan kalau sungainya bersih mah masyarakat juga nyaman menggunakannya, buat keperluan apa saja juga enak," kata Paino.

Sementara itu, Kepala UPT Persampahan, Istianah mengungkapkan, dirinya sangat mendukung sekali dengan apa yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan ini. Sebab, dirinya sangat khawatir dengan keadaan sekarang yang membuang sampah sembarangan ke sungai.

"Saya sendiri sangat khawatir karena saat ini banyak tang membuang sampah ke daerah aliran sungai, maka dari itu dengan adanya kegiatan ini mari kita sama-sama mendukung dengan antusias, karena jika sungai kita bersih kita juga merasa nyaman," tukasnya.

Camat Kecamatan Ciomas, Edi mengatakan, bersih-bersih aliran Sungai Cidanau, merupakan salah satu upaya memberikan pendidikan bagi warga tentang pentingnya peran sungai. Sebab sampai saat ini masih ada yang membuang sampah di aliran sungai.

“Musim kemarau, aliran atau debit air kecil, akan tetapi saat musim hujan airnya deras. Apabila aliran terhalang sampah, air tidak mengalir hingga menyebabkan banjir. Kami juga berharap masyarakat dapat mengolah sampah dari sumbernya, untuk mengurangi volume sampah,” pungkasnya. (adg/jojo)