Meskipun belum mengantongi IMB, aktivitas pengurugan tetap berjalan.

Meskipun belum mengantongi IMB, aktivitas pengurugan tetap berjalan.

Pasca Ditutup Paksa Satpol PP
Diam-diam PT IPA Citeras Terus Beraktivitas
LEBAK | TR.CO.ID
Meskipun sudah ditutup paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak, lantaran belum mengantongi Ijin Mendirikan Bangunnan (IMB).
Diam-diam PT Indo Padifik Agung, kembali melakukan aktivitas pengurugan, hal itu ditengarai sebagai bagian dari proses pembangunan pabrik di Desa Citeras Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak. 
Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Yosep Mohamad Holis ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengklaim bahwa aktivitas pihak perusahaan tersebut, sebagai langkah kerja yang telah menyalahi aturan yang berlaku. 
Menurut Yosep, sebelum merampungkan pembangunan prasarana produksinya tersebut pihak PT Indo Pasifik Agung, diwajibkan menyelesaikan terlebih dulu proses Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Kalau sudah kami tutup, maka sebaiknya tahan dan jangan ada kegiatan pembangunan dulu. Sebab, proses ijinnya harus dituntaskan terlebih dahulu. Jika itu terbukti dilanggar, maka kami akan lebih tegas dalam bertindak," ujar Yosep kepada wartawan via selularnya, Sabtu (05/12).
Yosep menjelaskan, sebelumnya pihaknya melalui Satpol PP sudah menutup kegiatan pembangunan pabrik PT Indo Pasifik Agung karena perusahaan tersebut belum mengantongi ijin.
"Dulu kegiatan pembangunan pabrik tersebut sempat ditutup oleh tim Satpol PP Lebak. Karena kedapatan tidak memiliki ijin resmi, sekarang pun ya tahan dulu lah, jangan ada kegiatan pembangunan dulu sebelum ijinnya tuntas," tegasnya.
Sementara itu, PT Indo Pasifik Agung, Nopia ketika dikonfirmasi terkait adanya pembangunan pabrik tersebut mengungkapkan, pihaknya mengelak dan membantah bahwa sebelum ijin selesai pihak perusahaan tidak akan melakukan pembangunan apapun dilapangan.
"Sebelum ijin selesai. Kami tidak akan melakukan kegiatan pembangunan apapun dilapangan, ini sesuai dengan surat peringatan yang kami terima dari DPMPTSP," terangnya.
Hasil pantauan wartawan Tangerang Raya dilapangan pada Sabtu (05/12) lalu, masih ada aktivitas kegiatan pengurugan dengan menggunakan material tanah merah di area pabrik PT Indo Pasifik Agung tersebut.
Bahkan Angga, seorang warga Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, membenarkan jika belum lama ini, adanya aktivitas truk bermuatan tanah merah, karena adanya kegiatan pengurugan diarea dalam pabrik. 
"Sabtu kemarin diarea pabrik itu, banyak armada truk hilir mudik karena ada pengurugan. Bahkan ada alat berat beko segala, apa itu bukan bagian dari proses pembangunan pabrik. Kami ada ko buktinya," tandasnya. (yans/ali/