Paguyuban Lurah dan Camat Komitmen Jaga Pilkada Netral

Paguyuban Lurah dan Camat Komitmen Jaga Pilkada Netral

SERANG | TRM

Paguyuban Lurah Kota Cilegon menggelar diskusi publik sebagai bentuk netralitas dan profesional dalam Pilkada tahun 2020.

Diskusi dengan memgusung tema 'forum Camat dan paguyuban Lurah Kota Cilegon berkomitmen mewujudkan Pilkada Kota Cilegon tahun 2020 yang netral dan sehat ditengah pandemi Covid-19' itu untuk mewujudkan pesta demokrasi yang bersih.

Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi mengatakan, setiap ASN wajib bersikap netral dalam Pilkada. Tidak boleh terlibat langsung dalam sebuah kampanye. Mengingat, hal otu diatur dalam UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, UU nonor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, Perbawaslu 6 tahun 2018 tentang oengawasan netralitas pegawai ASN, TNI dan Polri.

"Pengawasan ASN akan diserahkan kepada Bawaslu. Sumber dugaan pelanggaran terdiri dari temuan oleh Bawaslu dan laporan WNI yang punya hak pilih, peserta pemilu, pemantau," katanya saat jadi narasumber, Selasa (10/11).

Ia menegaskan, jika pada pelaksanaan Pilkada ditemukan penyelenggara Pemilu yang tidak netral, maka masyarakat diminta untuk tidak segan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

"Kalau ada penyelenggara melakukan pelanggaran, dilaporkan secara hukum," tegasnya.

Siswandi berujar, tahapan Pilkada serentak tahun 2020 ini sempat tertunda akibat oandemi Covid-19. Namun semuanya bisa dilanjutkan kembali dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Tahapan Pilkada tahun 2020 sempat ditunda, namun akhirnya dilanjutkan kembali untuk melaksanakan pesta demokrasi," ujarnya.

Menurutnya, tahapan yang sedang digodog saat ini mengenai debat antar kandidat pasangan calon. Rencananya, penyampaian visi misi itu akan dilaksanakan secara live streaming di stasiun televisi pada tanggal 21 November 2020.

"Tahapan sekarang itu sedang mempersiapkan debat publik dilaksanakan pada 21 November rencananya. Akan ditayangkan live di Metro TV dan Inews," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon Erwin Haraphap menyebutkan, pelaksanaan Pilkada tahun ini sangat berbeda dari biasanya. Mengingat, kondisi wilayah Kota Cilegon masih dilanda Covid-19.

Ia menjelaskan, Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan infeksi saluran pernafasan.

"Gejala umum berupa demam lebih dari 37,3, batu kering dan sesak nafas. Tidak ada batasan usia Corona. Tapi usia lebih tua, punya penyakit bawaan lebih mudah terkena infeksi virus Corona. Jabat tangan, apalagi ibu-ibu suka cium pipi ini rentan masuk virus," jelasnya.

Maka, pencegahan dengan rutin mencuci tangan, menghindari menyentuh mata, hidung, mulut dengan tangan sebelum cuci tangan, menggunakan masker medis serta menghindari kontak erat dekat dengan orang sakit adalah kunci keberhasilan tidak terpapar Covid-19.

Pada pelaksanaan pencoblosan, Erwin mengingatkan, pemilih sebelum masuk ke TPS harus mengantri duduk bergantian dengan jarank aman, kemudian memakai sarung tangan yang disediakan penyelenggara. Sebelum dan sesudah area TPS harus disemprot dengan cairan disinfektan.

"Petugas ketertiban memberikan himbauan pemilih mencuci tangan, cek suhu tubuh, melihatkan formulir C dan diberikan sarung tangan. Setelah memilih, sarung tangan dibuang dan meneteskan tinta kepada pemilih. Semua wajib diingatkan untuk menjelankan protokol kesehatan," terangnya.

Sementara itu, Asda I Kota Cilegon Dikri Maulana Wardhana mengapresiasi komitmen para Camat dan Lurah dalam rangka menjaga netralitas ASN. Sehingga, Pilkada dapat berjalan dengan aman, tertib dan sehat.

"Kami sangat mengapresiasi, sehingga Pilkada Cilegon bisa berlangsung aman, tertib dan sehat. Intinya kami komitmen Lurah, Camat atau ASN. Wali Kota juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk ASN jaga netralitas," ucapnya.

Ia menuturkan, kegiatan jaga netralitas ASN ini diinisiasi oleh paguyuban Lurah dan forum Camat untuk bisa menekankan kepada semua bahwa netralitas ASN sangat penting. Terlebih, sikap itu salah satu bentuk integritas yang dimiliki abdi negara.

"Ini keterkaitan Pilkada dengan Covid-19, mengedepankan harus dijaga agar tidak terjadi klaster Pilkada. Kami telah menyiapkan lokasi untuk isolasi mandiri di klater keluarga di hotel yang sudah dipersiapkan. Sehingga klaster keluarga tidak merembet. Itu salah satu parameter penilaian dari pusat," jelasnya. (adg/jojo)