Pedagang Pasar Rau Takut Jualan Cabe Rawit Setan

Pedagang Pasar Rau Takut Jualan Cabe Rawit Setan

Harga Tembus Rp150 Ribu per Kilogram

SERANG | TR.CO.ID


Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Rau Kota Serang terus mengalami kenaikan, bahkan hampir tiga hari lalu sejumlah lapak pedagang sayur tidak berani menjual cabai rawit merah atau cabai rawit setan karena takut tidak laku.


Kenaikan cabe rawit setan tersebut sudah tembus Rp140.000 sampai Rp150.000 per kilogram.
"Semakin mahal sekarang, jadi saya belum berani jualnya takut nanti enggak laku, terus busuk kan rugi. Sekarang itu harganya naik, tadinya Rp120.000 perkilo, sekarang itu sudah Rp140.000 perkilo," ujar seorang pedagang sayur di PIR, Aam, Minggu (14/03).


Dia mengatakan, beberapa hari lalu harga cabai rawit merah masih berkisar Rp100.000 per kilogram.
"Kemarin, malam Jumat (12 Maret) pas turun barang (cabai rawit merah), itu sudah naik lagi. Jadi saya enggak berani beli, kalau pun nyetok paling sedikit saja," ucapnya.


Seorang pengunjung Pasar Rau, Eni mengatakan, biasanya dirinya sengaja membeli cabai rawit merah ketika turun barang. "Soalnya masih murah, jadi saya suka beli langsung pas turun barang dari mobil. Lumayan harganya beda Rp5.000 sampai Rp10.000 perkilo," katanya.


Namun sudah dua hari ini, kata dia, persediaan cabai rawit merah di pasaran sudah mulai jarang.
"Sekarang jadi agak susah, saya biasa beli buat bikin sambal di rumah, tapi kalau mahal kayak gini saya juga bingung. Nanti enggak kebeli sayuran lainnya, jadi paling nanti pakai cabai merah saja sama tomat," tuturnya.


Selain cabai rawit merah, dikatakan dia, ada beberapa barang pokok atau kebutuhan dapur yang juga mengalami kenaikan.


"Seperti bawang merah, tadinya kan Rp30.000 sekilo, sekarang jadi Rp32.000, terus cabai hijau sekarang itu jadi Rp20.000 sekilo. Tapi ada beberapa yang turun juga," kata dia.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Kop UKM dan Perindag) Kota Serang, Mustofa menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah diakibatkan karena cuaca ditambah dengan adanya Pandemi Covid-19.
"Iya sekarang kan cuacanya kurang bagus, jadi agak langka, sehingga harganya mahal," ujarnya.


Padahal, pada Jumat 12 Maret 2021 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Dinas Kop UKM dan Perindag Kota Serang telah melakukan operasi pasar cabai rawit merah.


"Namun peminatnya kurang, padahal kami jual dengan harga Rp95.000 perkilo, dan kemarin itu harga di pasar Rp120.000. Memang operasi pasar itu dari provinsi," tuturnya.


Meski demikian, Mustofa mengaku belum mengetahui secara pasti harga cabai rawit merah saat ini, karena para petugas pasar sedang libur.


"Jadi untuk memastikannya kalau hari Minggu kami belum tahu. Mungkin besok baru kami bisa mengetahui pasti berapa harganya. Memang terakhir itu, pada Jumat Rp120.000 perkilo, kalau segitu (Rp140.000) perkilonya kemungkinan bisa saja naik," pungkasnya. (*/jojo)