Pengalaman Benyamin Jadi Faktor Pembeda

Pengalaman Benyamin Jadi Faktor Pembeda
Pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ikhsan.

HEBOH: Debat Kandidat
 

TANGSEL | TRM
Pengamat politik dari Universitas Pamulang (Unpam) Lukman Hakim mengatakan, debat kandidat di Pilkada Tangerang Selatan akan menentukan karakter dan kesiapan calon pemimpin ke depan.


Itu karena dalam debat setiap kandidat harus siap berpikir secara anilits, kritis, sistemik, dan solutif.
“Jadi nanti akan terlihat dalam debat, siapa kandidat yang mampu menguasai apa yang ada di Tangsel, juga ide-ide untuk membuat Tangsel semakin lebih maju,” kata Lukman saat ditemui di kawasan Pamulang, Minggu (01/11).


Menurut Lukman, keberhasilan kandidat menjalani tahapan debat akan ditentukan dari faktor pengalaman. Faktor tersebut, jelas Lukman, akan membuat kandidat mampu berpikir secara analitis, kritis, sistemik, dan solutif.


Selain itu, faktor pengalaman juga akan membuat kandidat menguasai dan memahami tentang kondisi yang terjadi saat ini, termasuk ide membangun, menata dan untuk menjadikan Tangsel lebih maju dan berkembang.
“Faktor pengalaman ini yang saya lihat yang dimiliki Benyamin Davnie jika dibandingkan dengan dua calon walikota lainnya,” ujar Lukman.


Menurut Lukman, kemampuan dalam berdebat merupakan akumulasi dari perjalanan karier seorang kandidat. Bahkan, tercermin dalam ekspresi saat berhadapan dengan orang lain.
"Karena itu adalah akumulasi perjalanan karier atau pengalaman. itu akan tercermin pada saat dalam berekspresi. Pada saat itulah apa yang dikerjakan muncul. Saya percaya, itu tidak bisa dilatih kalau sudah menyangkut debat," jelasnya.


Seperti diketahui, Benyamin merupakan Wakil Walikota Tangsel selama dua periode. Dalam periode tersebut, Bang Ben demikian Benyamin Davnie karib disapa bersama Walikota Airin Rachmi Diany berhasil mencatatkan beragam pencapaian dan apresiasi di bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan dan anggaran, tata kota juga pembangunan.


“Sementara Muhamad, meski pernah menjabat sekretaris daerah, tapi bukanlah jabatan yang bisa menentukan suatu kebijakan. Siti Nur Azizah juga belum pernah memimpin atau menjabat dalam struktur pemerintah daerah,” tandas Lukman. (dam/jojo)