Pengurus Cabang HPN Banten Tolak Agenda Konferwil

Pengurus Cabang HPN Banten Tolak Agenda Konferwil

BANTEN | TR.CO.ID

Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyin (PC-HPN) Se-Provinsi Banten menolak digelarnya Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (PW-HPN) yang akan dilakukan pada Sabtu (09/10). Lewat Selebaran yang ditandatangani Ketua-ketua PC-HPN Se-Provinsi Banten dan Ketua Pengurus Wilayah HPN Provinsi Banten menyatakan penolakan atas Konferwil yang akan dilaksanakan oleh Pengurus Pusat HPN.

Dalam selebaran tersebut juga berisi penolakan atas SK Caretaker yang telah dikeluarkan oleh PP-HPN. Penolakan tersebut disebabkan oleh adanya kecacatan hukum atas keluarnya SK tersebut dan juga dianggap menciptakan kegaduhan. SK diharapkan segera dicabut guna menjaga stabilitas internal HPN Provinsi Banten agar tetap kondusif.

Penolakan PC-HPN Se-Provinsi Banten disebabkan oleh adanya kecacatan hukum yang tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Konstitusi organisasi HPN dan jelas-jelas melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). PC-HPN Se-Provinsi Banten juga menuntut pencabutan SK Caretaker yang dikeluarkan oleh PP HPN serta menunda agenda Konferwil HPN Banten yang akan dilaksanakan Sabtu (09/10) di Mambruk, Anyer. Mereka juga mengatakan bahwa apabila ada keterwakilan atau utusan dari PP-HPN atas Konferwil yang dilaksanakan Sabtu (09/10) maka sudah dapat dipastikan bahwa PP-HPN telah melakukan persengkongkolan dan pelanggaran atas konstitusi organisasi yang ada, serta dalam hal ini artinya PP HPN berniat untuk membuat gaduh dan menciderai serta tidak mau menjaga marwah Organisasi HPN di wilayah Provinsi Banten.

Terkait kegaduhan yang diciptakan oleh oknum PP dan PW HPN ini, PC HPN Se-Banten mengharapkan pencabutan SK Caretaker yang telah dikeluarkan oleh PP HPN, karena itu yang menjadi akar persoalan kegaduhan HPN di Provinsi Banten.

Oknum pengurus Pusat HPN Banten mencatut nama Hj. Titi Khoiriah S.E, M.M, M.BA dan beberapa nama tokoh tokoh Banten lainnya pada SK Caretaker HPN Banten. Pencatutan nama-nama tersebut dilakukan tanpa Izin dan tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada tokoh-tokoh HPN se Provinsi Banten. Nama Titi Khoiriah ditulis sebagai "Dewan Pakar" pada SK Caretaker PW HPN Banten 2021 tanpa izin dan konfirmasi terlebih dahulu kepada beliau.

" Setelah ketahuan ada SK Caretaker yg mencatut nama saya dan beberapa nama tokoh HPN Banten, saya langsung konfirmasi  ke pak Ketum Pengurus Pusat (Abdul Khalik), beliau tidak mau menjelaskan. Saya juga hubungi sekjen (Lukman Hakim) lewat WhatsApp, semuanya bungkam. Demi Allah, saya tidak ingin ada perpecahan dalam internal Organisasi di Provinsi Banten, makanya saya langsung minta klarifikasi kepada Pengurus Pusat HPN setelah saya tau ada indikasi dalam konflik tersebut, tetapi tidak juga diindahkan. Banten adalah tanah kelahiran saya. Kita wajib mendukung kemajuan Masyarakat Banten," ujar Titi Khoiriyah ketika dimintai keterangan oleh Tim Media Tangerang Raya.

Beliau menyatakan keberatan nama beliau ditulis dalam SK Caretaker Susunan Personalia Pengurus Wilayah HPN Banten. Beliau juga menegaskan bahwa sama sekali tidak dihubungi dan tidak dikonfirmasi terlebih dahulu sebelum pembentukan SK caretaker Tersebut.

"Setelah diamati baik-baik, ada beberapa keanehan dalam SK tersebut. Saya lihat susunan nama-nama pengurus yang tercantum dalam SK Caretaker 2021 terdapat beberapa nama tokoh yg sudah pada wafat tetapi namanya juga tercantum," tambah Titi Khoiriyah mengenai SK  Caretaker HPN Wilayah Banten tersebut.

" Saya setuju dengan bu Direktur Titi. Awalnya HPN lahir untuk mengawal harapan dan cita-cita keluarga besar NU. Adanya caretaker menjadi catatan hitam sejarah suksesi kepemimpinan HPN wilayah Banten dan pengurus yang lama wajib menjaga Marwah dan tanggung jawab nya sampai akhir diadakan nya konferwil. Ayo sama-sama kita jaga komitmen dan soliditas HPN Banten. Di dalam SK itu yang sudah meninggal juga dimasukin namanya, sebagai dewan kehormatan." ujar Abdul Hafidz yang merupakan salah satu ketua Pimpinan Cabang di Provinsi Banten menanggapi statemen dari bu Titi Khoiriyah.

“Saya sebagai salah satu tokoh pendiri HPN PW Provinsi Banten meminta kepada seluruh unsur HPN PW Provinsi Banten, Nahdlyin se Provinsi Banten, dan Pengurus Pusat HPN untuk terus menjaga dan meningkatkan ukhuwah islamiyah. Dengan semangat menjaga ukhuwah islamiyah, maka seyogyanya kita bersama sama berupaya Tabayyun, meningkatkan sillaturahmi, menjaga marwah NU, menghormati para tokoh masyarakat, alim ulama di Banten dan menjaga Soliditas Organisasi,  serta bersama sama kita mendukung kemajuan masyarakat se Provinsi Banten. Secara pribadi, saya tidak ingin ada perpecahan internal organisasi di Wilayah Banten. Oleh karena itu mari kita Tabayyun, Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah, Tingkatkan rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air. Mari bersama sama kita jaga Kredibilitas, Soliditas dan Kondusifitas Organisasi untuk kemajuan masyarakat Provinsi Banten guna menuju Indonesia yg maju, tangguh dan makmur." tu tutup Hj. Titi Khoiriah, S.E, M.M, M.BA.(fj)