Penyaluran BST Diminta Direplikasi

Penyaluran BST Diminta Direplikasi
Warga saat menerima bantuan langsung tunai.

LEBAK | TRM

Proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Sumur Bandung, diminta jadi  percontohan untuk desa lainnya di Kecamatan Cikulur.

Sebab, desa tersebut saat menyalurkan bantuan tidak mengabaikan protokoler kesehatan, sehingga bisa menjaga masyarakat terpapar penyebaran Covid-19.

"Saya minta untuk desa lainnya di Kecamatan Cikulur mereplikasi atau menerapkan sistem penyaluran BST, seperti Desa Sumur Bandung," kata Camat Cikulur, Iyan Fitriana saat ditemui di Desa Sumur Bandung, Senin (26/10).

Menuru Iyann, Desa Sumur Bandung dalam menerapkan protokoler kesehatan dinilai memenuhi syarat. Salah satunya, menyediakan tempat pencuci tangan. Kemudian, menjaga jarak. Bahkan, penerima bantuan tidak ada yang kedapatan enggan mengenakan masker.

"Kami mengawasi penyaluran BST. Bertujuan, untuk menghindari adanya kerumunan masa sekaligus menerapkan Perbup Lebak Nomor 28 Tahun 2020, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)," ungkapnya.

Pengawasan tersebut tambah Pria yang memiliki gelar doktor atau Dr. ini, dilaksanakan di tiga desa saat penyaluran BST berlangsung. Salah satunya, di Desa Sumur Bandung.

"Semoga Desa Sumur Bandung ini jadi percotohan dalam menyalurkan BST," ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Desa Sumur Bandung, Mulyadi mengaku jika pihaknya sudah mengingatkan pada warga yang merupakan calon penerima BST tahap 7 ini, tentu mengutamakan protokol kesahatan.

"Saya bersyukur kesadaran warga dalam menerapkan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Tanpa, adanya peneguran," ujarnya.

Penyaluran BST tahap 7, kata Mulyadi dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cikulur. Kemudian, jumlah penerima bantuan berikut nominal yang diterimanya, yakni sebanyak 604 Kepala Keluarga (KK) dan setiap KK menerima Rp. 300.000.

"Proses penyalurannya berjalan tertib sesuai standar protokol kesehatan," pungkasnya. (ika/yat/jojo)