Polisi Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras

Polisi Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras
Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima saat konferensi pers.

TANGERANG | TR.CO.ID
Kerja cepat dibuktikan oleh jajaran Polres metro Tangerang Kota. Pasalnya, kurang dari sepekan berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras ke muka dan tubuh yang dialami remaja asal Cipondoh Kota Tangerang.


Kejadian penyiraman tersebut, terjadi dalam aksi tawuran kelompok remaja di depan Simprug Poris, Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Kamis, (18/02/20) lalu.


Dalam kejadian itu, korban yang diketahui bernama FI Alias Embot (17) salah satu siswa sekolah SMK di Kota Tangerang, sedangkan tersangka berjumlah 3 orang dengan inisial, RNA, MS alias Aceh dan MB.


Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, saat gelar konferensi pers mengatakan, korban merupakan salah satu kelompok yang tergabung dengan nama Bocah Gang Warung (BOGOWA).


"Mereka sebelum melakukan aksi tawuran saling janjian melalui Medsos Instagram dengan kelompok pelaku yang menamakan kelompok Al-Fitroh (AFTA) Tangerang. Untuk tawuran di TKP," ujar Kapolres di halaman Mapolrestro Tangerang Kota, Kamis (25/02).


Kapolres menjelaskan, setelah ketemu dan saling menyerang, pelaku atas nama RNA menyiramkan air keras yang memang sudah dipersiapkan sebelum aksi tawuran berlangsung.


"Pelaku menyiramkan air keras ke arah muka korban dan punggung korban hingga terjatuh, saat itulah pelaku lainnya membacokan senjata tajam jenis celurit ke arah punggung korban. Saat korban ambruk dan tidak berdaya para pelaku langsung melarikan diri," terang Kapolres.


Selanjutnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang, lantaran mengalami luka bakar pada wajah, tangan kanan serta kaki sebelah kanan.


"Para pelaku berhasil ditangkap anggota kami di daerah Rangkasbitung dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Unit Jatantras Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota," tandasnya.


Atas perbuatanya sambung Kapolres, kini para pelaku terancam pasal 170 KUHP ayat 2 huruf B dan atau pasal 80 UU. RI No. 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU. No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 351 KUHP.
"Para pelaku diancam hukuman maksimal 9 tahun, 5 tahun dan 3 tahun," pungkasnya.


Sementara itu, Selamet ayah korban ketika dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, saat ini anaknya FI alias Embot harus menjalani operasi kulit yang kedua. Sebelumnya, FI telah menjalani operasi yang pertama untuk bagian wajah.


“Alhamdulillah operasi kedua berjalan lancar, tadi masuk kamar operasi jam 08.45 Wib dan selesai jam I2.00 Wib,” kata Selamet di RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis (25/02).


Selamet menambahkan, saat ini kondisi anaknya stabil tapi memang untuk pemulihan luka akibat siraman air kerasnya butuh proses cukup lama dikarenakan lukanya cukup parah.


“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja dari jajaran Polrestro Tangerang Kota, yang begitu cepat bisa mengungkapkan kasus yang menimpa anak saya ini,” tukasnya. (cng/jojo)