Polisi Tindak Lanjuti Kasus Wijanto Halim Diduga Jual Tanah Kepihak Lain

Polisi Tindak Lanjuti Kasus Wijanto Halim Diduga Jual Tanah Kepihak Lain

TANGERANG | TR.CO.ID

 

Wijanto Halim (88 tahun) dilaporkan oleh Peter Wongsowidjojo SH kuasa hukum dari Suherman Mihardja. SH. MH ke Polres Metro Kota Tangerang sesuai dengan Laporan Nomor : TBL/B/47/I/2021/PMJ/Restro Tangerang Kota tanggal 17 Januari 2021 dan laporan tersebut sudah dalam proses penyidikan sesuai dengan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 22 Juni 2021.

Dikatakan, laporan tersebut perihal atas dugaan perbuatan melawan Hukum dengan menempatkan Keterangan Palsu ke dalam Akta Otentik dan atau Penggelapan Hak Atas barang yang sesuai dengan Pasal 266 KUHP dan atau 385 KUHP atas transaksi yang dilakukannya dengan PT PROFITA PURI LESTARI INDAH sesuai AKTA PELEPASAN HAK 23 (dua puluh tiga) bidang tanah seluas kurang lebih 60.000 M² (Enampuluh Ribu Meter Persegi) di Desa Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Laporan tersebut dibuat karena adanya Transaksi Jual Beli antara WIJANTO HALIM dengan RAHARDJO dan TAHIR SANTOSO TJIOE dari PT PROFITA PURI LESTARI INDAH, transaksi tersebut dilakukan di kantor Notaris YAN ARMIN, SH pada tanggal 23 oktober 2013 yang di tuangkan dalam 23 (dua puluh tiga) Akta
Pelepasan Hak dengan nomor 16 s/d 38 tertanggal 3 oktober 2013 WIJANTO HALIM pada transaksi jualbeli tersebut menggunakan surat Kuasa, nomor 82 dan nomor 83 dari Johanes Gunadi yang dibuat dihadapan Notaris H.Muh Hendarmawan Sarjana Hukum, di Jakarta tertanggal 23 Januari 1981 atas 23 (dua puluh tiga) AJB a/n Johanes Gunadi padahal Wijanto Halim juga menggunakan surat Kuasa yang sama pada saat transaksi Jual beli dengan orang tua klien saya (Almh SURYA MIHARDJA/KOKO) pada tahun 1988 sebagai pembeli pertama tanah- tanah a/n Johanes Gunadi di desa Jurumudi, Kecamatan Benda dahulu kecamatan Batuceper sejak 1988.

"Oleh karena itu klien saya melaporkannya atas transaksi jual beli tersebut ke Polres Kota Tangerang," katanya.

Peter menjelaskan kepada wartawan, Kronologi asal usul kepemilikan tanah milik kliennya, sesuai fakta bahwa girik-girik /Letter C pada 23 (duapuluh tiga) Akta Jual Beli atas nama JOHANES GUNADI tahun 1978 tersebut telah dilebur/disatukan menjadi 1 (satu ) yaitu dengan nomor C 2135 pada tahun 1981.dan Wijanto Halim pada tahun 1988, selaku pemegang Kuasa berdasarkan Surat Kuasa No.82 dan No.83 melakukan transaksi juali beli dengan SURYA MIHARDJA (Alm.) dihadapan Camat Batu Ceper, Drs.DARMAWAN HIDAYAT yang tertuang dalam 5 (lima) Akta Jual Beli (AJB), yaitu : Akta Jual Beli No. 703 s/d 707/JB/AGR/1988 tertanggal 31 desember 1988 yang kemudian dibuatkan Sertifikat atas nama Klien saya SUHERMAN MIHARDJA sejak Tahun 1997 di Kantor Badan Pertanahan Kota Tangerang.

Namun Wijanto Halim menyangkal telah melakukan transaksi jual beli tersebut sehingga melaporkan orang tua klien saya ke pihak berwajib hingga Persidangan dan (alm ) SURYA MIHARDJA di vonis bebas Murni oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang dan sesuai putusan Kasasi Mahkamah Agung nomor 866K/Pid/1993 tertanggal 10-2-1998 menolak Kasasi dari Jaksa Penuntut Umum namun tidak sampai disitu saja Wijanto Halim melakukan gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Tangerang dengan nomor 542/PDT.G/2013/PN.TNG tertanggal 30-09-2013 dengan Alas Hak kepemilikan tanah dengan 23 (duapuluh tiga) Akta Jual Beli tahun 1978 yang girik giriknya sudah dilebur /disatukan/ dimatikan menjadi 1 (satu) nomor girik baru yaitu C-2135 sejak 1981 dan sudah ditransaksikan kepada orang tua pak Suherman pada tahun 1988, gugatan sengketa Kepemilikan tanah tersebut di Pengadilan Negeri Tangerang sesuai dengan Perkara Perdata Nomor 542/PDT.G/2013/PN.TNG tertanggal 30-9-2013 yang kemudian DIKABULKAN oleh Majelis hakim namun Putusan tersebut DIBATALKAN oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banten seusai dengan Putusannya Nomor 99/PDT/2014/PT.BTN serta DIKUATKAN oleh Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 3221 K/PDT/2015 tertanggal 24-02-2016 serta Putusan Permohonan Peninjauan Kembali nomor 481 PK/PDT/2. (rls/ris)