PT Adis Terancam Ditutup Sementara

PT Adis Terancam Ditutup Sementara
istimewa

BALARAJA | TRM

PT Adis Dimension Footwear Balaraja, Kabupaten Tangerang yang merupakan salah satu produsen sepatu terbesar, terancam ditutup sementara setelah salah seorang buruhnya dinyatakan positif Covid-19.

Kejadian serupa juga pernah dialami oleh  PT Eds Manufacturing Indonesia (PT PEMI), Balaraja, dimana dua karyawan perusahaan tersebut, berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus Corona (COVID-19) meninggal dunia.

Penghentian sementara selama 14 hari kerja terhadap PT Eds Manufacturing Indonesia (PT PEMI), Balaraja itu, merupakan amanat Pasal 13 Peraturan Bupati Tangerang Nomor 20 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam percepatan penanganan COVID-19.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra membenarkan bahwa ada buruh PT Adis Balaraja positif Covid 19.

Menurut dia, karyawan yang terpapar Covid-19 tersebut diduga tertular oleh karyawan PT PEMi.

" Hasil tracing dari Dinas Keaehatan sekitar 10 hari yang lalu, setelah dilakukan rapied test, ternyata karyawan Adis yang merupakan orang tanpa gejala (OTG) mengalami reaktif, kemudian dilakukan swab dan hasilnya keluar pada jumat (12 /06/2020)," terang dr Hendra, kepada wartawan, Rabu (16/06/20).

Hendra menjelaskan, saat ini, karyawan yang terpapar Covid 19 itu, sudah dirawat di Griya Anabatic sejak Senin (15/06/2020).

Dinas kesehatan, kata dr Hendra, langsung melakukan rapied test terhadap keluarga pasien, dan berharap agar perusahaaan bisa melakukan rapied test terhadap teman pasien dan orang yang pernah melakukan kontak fisik.

" Kami masih menunggu arahan pak Bupati, apakah untuk sementara perusahaan ditutup sementara selama 14 hari atau tidak," ungkapnya.

Saat dikonpirmasi, HRD Manager PT Adis Dimension Footwear Balaraja, Rini Yuliatiarini hanya mempersilakan media untuk mengecek langsung ke Griya Anabatic.

"Maaf pak, bapak bisa cek langsung ke Anabatic," singkatnya.

Dia juga enggan menanggapi pertanyaan jika ada kebijakan pemerintah untuk meminta perusahaannya tutup sementara demi menghindari adanya penyebaran sesuai aturan PSBB yang sudah diterapkan. (srm)