Ribuan Warga Abai Prokes Saat Cairkan JPS

Ribuan Warga Abai Prokes Saat Cairkan JPS
Warga saat berkerumun untuk mencairkan bantuan jaringan pengaman sosial.

SEPATAN | TRM

Tidak menghindahkan protokol kesehatan (Prokes), ribuan warga geruduk aula kantor Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Sabtu (31/10). Ribuan warga tersebut, untuk mencairkan bantuan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang jumlahnya 2305 warga dari delapan desa yang ada di Kecamatan Sepatan Timur.


Sekretaris Kecamatan Sepatan Timur, Aan Amsori ketika dikonfirmasi wartawan enggan berkomentar terkait kerumunan warga yang abai protokol kesehatan mengantri untuk mendapatkan bantuan jaringan pengaman sosial tersebut.


Melalui pesan singkatnya Aan Amsori justru malah melemparkan tanggung jawabnya sebagai sekretaris kecamatan kepada Gani bawahannya yang menjabat sebagai Kasie Pemberdayaan pada Kecamatan Sepatan Timur.
"Izin coba dng Pa Kasi Pemberdayaan, mohon maaf Mkash," singkat Aan melalui pesan singkatnya.


Meski demikian, dirinya enggan disebut begitu kendati dirinya tidak merinci alasannya dan mengarahkan wartawan untuk meminta klarifikasi kepada bawahannya tersebut.
"Bkn No Comen, Coba Konfirmasi dng Kasi pemberdayaan," singkatnya lagi.


Bukan hanya Sekretaris Kecamatan Aan Amsori, Gani Kasie Pemberdayaan Kecamatan Sepatan Timur juga enggan merespon wartawan yang mengirimkan pesan singkat untuk meminta konfirmasi atas kejadian tersebut.
Bahkan beberapa kali wartawan mencoba menghubungi via selulernya, dirinya juga enggan merespon.
Untuk diketahui, sebuah vidio memperlihatkan kerumunan masyarakat Kecamatan Sepatan Timur, tengah mengantri untuk mendapatkan bantuan berupa uang tunai dari jaringan pengaman sosial senilai Rp 600.000.


Dalam rekaman berdurasi kurang dari satu menit tersebut terlihat hampir sebagian besar masyarakat yang tengah mengantri tersebut terlihat berdesak-desakan dan mengabaikan protokol kesehatan.
Selain berdesakan, dalam vidio tersebut memperlihatkan hampir sebagian besar warga tidak menggunakan masker dan tidak memperlihatkan kekhawatiran akan terpapar virus yang tengah mewabah tersebut.
Ironisnya lagi, tidak ada upaya aparat keamanan dalam memecah kerumunan warga tersebut. Parahnya lagi sayup terdengar dari pengeras suara salah seorang aparatur kecamatan bukannya melakukan himbauan untuk menjaga jarak malah melanjutkan penyaluran bantuan tunai tersebut.


Berdasarkan data yang berhasil dihimpun wartawan dalam penyaluran bantuan jaringan pengaman sosial tersebut terdapat 2305 warga dari 8 desa yang tersebar dikecamatan Sepatan Timur. (cng/jojo)