Rumah Tukang Becak dan Gorengan Nyaris Roboh

Rumah Tukang Becak dan Gorengan Nyaris Roboh

TANGERANG | TRM

Dua orang warga Kampung Tanah Merah Rt 02/02, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, sangat membutuhkan bantuan bedah rumah.

Amat yang berprofesi tukang becak, dan Saimah isteri tukang gorengan memiliki rumah sudah tidak layak huni, mereka berdua tidak tersentuh program bedah rumah dari pemerintah.

Rumah yang berdiri diatas tanah hak milik ini sungguh sangat memperihatinkan keadaannya, salah satunya rumah milik Amat yang saat ini sudah hampir hancur, karena sudah rusak dan nyaris roboh.

Dan begitu juga rumah Saimah isteri dari tukang gorengan yang beratap plastik bekas, serta dinding pagar yang dilapisi plastik, ia tinggal bertiga dengan suami kedua dan anaknya yang menjadi yatim.

Menurut Amat selama dirinya tinggal di Desa Tanah Merah tidak pernah merasakan yang namanya program bedah, untuk mendapatkan hal tersebut dirinya selalu berharap-harap, dari hari ke hari selama bertahun-tahun.

"Dari dulu sampai sekarang saya belum dapat yang namanya bedah rumah, saya mah selalu nunggu terus, siapa tahu ada orang yang kasihan sama saya," lirih Asmat, dikediamannya Desa Tanah Merah, Minggu (26/7/20).

Amat menceritakan penghasilannya sehari-hari dari menarik becak yang selalu pas-pasan untuk makan, ia selalu bertahan hidup dari uluran tangan orang lain, yang mau peduli kepada dirinya yang serba kekurangan.

"Paling juga sehari saya dapat Rp25 ribu dari hasil narik becak, saya mah paling juga narik becak sekitaran Tanah Merah tidak kemana-mana, kadang suka ada yang bagi buat makan," ucapnya.

Hal yang sama diucapkan Saimah yang tinggal beralaskan plastik bekas, sampai saat ini dirinya dan keluarga masih berharap bantuan bedah yang digulirkan pemerintah, sejak beberapa tahun yang lalu yang selalu digembor-gemborkan.

"Sama saya juga ingin dapat bedah rumah, tapi belum dapat-dapat sampai sekarang, padahal itu saya dengar ada bedah rumah sudah lama sekali ramai dibicarakan," keluhnya.

Saimah mengaku sangat kesulitan untuk membiayai anaknya sekolah, yang saat ini baru beranjak kelas lll SMP berusia 15 tahun lebih, ia juga sangat menantikan uluran tangan donatur untuk membantu biaya pendidikan anaknya tersebut.

"Yang namanya hidup pas-pasan, saya irit-irit saja buat makan, karena biayanya buat anak saya sekolah masih butuh banyak, mudah-mudahan anak orang yang baik bantu anak saya sekolah," harapnya.

Ketua Rw 02 Desa Tanah Merah, Winin menyebut kedua warganya tersebut sudah hampir 10 tahun tinggal di wilayahnya, berbagai carapun sudah dirinya lakukan mengajukan bantuan pemerintah untuk warganya yang kurang mampu.

"Mereka berdua sudah 10 tahun tinggal di Desa Tanah Merah, sudah saya ajukan data-datanya biar dapat bantuan dari pemerintah, tapi sampai sekarang tidak dapat, tidak tahu nyangkut dimana bantuannya," pungkas Winin. (dam)