Saung Topi Bambu Jadi Wisata Kreatif dan Edukasi di Tangerang

Saung Topi Bambu Jadi Wisata Kreatif dan Edukasi di Tangerang
Kunjungan Kerja Dewan DPRD Provinisi Banten ke Saung Topi Bambu ICHE Tangerang

TANGERANG | TRM

Saung Topi Bambu Indonesia Creative Heritage (STB-ICHE), yang terletak diwilayah Kecamatan Jambe, menjadi salah satu destinasi wisata kreatif dan edukasi bagi Kabupaten Tangerang.

Founder STB-ICHE, Agus Hasanudin mengungkapkan, Saung Topi Bambu Indonesia Creative Heritage (STB-ICHE) ini, merupakan tempat wisata kreatif dan edukasi untuk melestarikan kearifan lokal serta menjalankan Ekonomi Kreatif di wilayah Tangerang berbasis Ekonomi Desa.

"Banyak yang kami hadirkan di Saung Topi Bambu Indonesia Creative Heritage (STB-ICHE) ini, diantaranya wisata kreatif, museum topi bambu, workshop batik, souvenir, produk kuliner dan ruang kreatif," kata Agus saat menerima kunjungan dari Komisi II DPRD Provinisi Banten yang membidangi perekonomiandi STB-ICHE Jambe, Minggu (14/6).

Agus menjelaskan, bahwa kondisi STB ICHE saat ini, masih dalam prosespembangunan dan membutuhkan dukungan Pemerintah Daerah untuk melengkapi sarana tempat wisata kreatif dan edukasi ini.

"Semoga kedepan tempat ini menjadi bagian tempat wisata edukasi dan wisata Kreatif di lengkapi sarana ruang Kreatif, Museum Topi Bambu, ruang membatik, sarana workshop dan panggung pertunjukan," harap Agus.

Kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinisi Banten yang dihadiri oleh Ade Awaludin (Gerindra), Hj. Desy Yusandi (Golkar), Jamin, Mareta, Sri Hartati dan Bonie Mufidzar ini, mengapresiasi Saung Topi Bambu Indonesia Creative Heritage (STB-ICHE) yang terus melestarikan kearifan lokal.

Tak hanya itu, para wakil rakyat Banten itu, juga membeli produk kerajinan tangan seperti kopeah Bambu, topi Bambu dan tas bambu.

"Kearifan lokal Topi bambu ini, pemasarannya hingga ke luar Negeri melalui marketplace dan Dunia digital, meskipun keadaan Saung belum jadi 100 % namun masih membutuhkan support dari berbagi elemen agar Saung ini dapat memberikan manfaat untuk Membangun Ekonomi Kreatif dlingkungan," ujar Anggota Dewan, Ade Awaludin.

Untuk diketahui, bermacam produk berbahan dasar bambu memenuhi Saung Topi Bambu Indonesia Creative Heritage (STB-ICHE), seperti topi, kopiah, sombrero, dompet, gantungan kunci, hingga sepatu.

Topi bambu sebagai produk kerajinan asli Tangerang yang keberadaannya sudah ada sejak tahun 1887 pada masa pendudukan Belanda itu, terus dipromosikan bahkan sudah diekspor ke Amerika dan Eropa.

Agus bersama komunitas Topi Bambu yang berdiri pada rahun 2011 harus menjalin mitra dengan para perajin topi bambu, yang saat ini sudah memiliki 20 orang lebih untuk membuat UMKM topi bambu.

Dengan bermodal kepercayaan dari para perajin, Agus mulai berjualan topi bambu, tanpa modal dan mendirikan galeri topi bambu untuk melestarikan topi bambu.

Alhasil, Agus pun mendapat sebuah penghargaan dari MURI pada tahun 2011 melalui topi bambu terbesar dengan diameter 2 meter.

Produk topi dan kopiah bambu selain diminati masyarakat biasa, juga dipesan oleh tokoh agama dan politik, KPUD saat pilkada beberapa waktu lalu, hingga partai politik. Topi bambu juga pernah mendapatkan order dari Jepang untuk mengirimkan produk sebanyak satu kontener. (srm)