SMPIT Syifa Fikriya Lahirkan Generasi Qur’ani

SMPIT Syifa Fikriya Lahirkan Generasi Qur’ani

SERANG | TRM

SMPIT Syifa Fikriya Cikande adalah jenjang pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Islam Syifa Fikriya dalam proses pembelajarannya memadukan antara kurikulum Al Qur’an (Baca tulis dan Hafal Al Qur’an, teknologi informatika dan kurikulum pendidikan nasional. Bertujuan untuk melahirkan generasi  Qur’ani yang siap terjun ke tengah masyarakat dengan skil dan kesolehannya. Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah SMPIT Syifa Fikriya, Rahmat Sudarsono saat ditemui Tangerang Raya di sekolah jalan Cikande Permai, Kampung Ciherang Barat, kecamatan Cikande, Selasa (10/11).

Rahmat mengatakan SMPIT Syifa Fikriya memiliki visi terlahirnya generasi Qur’ani yang unggul dalam teknologi. Dan misinya menyelenggarakan program pembinaan Qur’ani secara intensif. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan menyenangkan, berorientasi pada mutu, berbasis moral dan keilmuan. Serta menyelenggarakan proses belajar mengajar yang berbasis teknologi informatika sehingga akan muncul dalam target kelulusan yakni siswa memiliki karakter yang baik. Siswa mampu membaca Al Qur’an secara tartil dan siswa hafal Al Qur’an minimal 5 sampai 10 juz dan hafal hadist pilihan. Juga siswa mampu beribadah dengan benar dilaksanakan awal waktu. Siswa juga menguasai teknologi dan informasi serta mampu menggunakan secara penuh tanggung jawab.

“SMPIT Syifa Fikriya salah satunya sekolah di Cikande yang terdaftar sebagai anggota Jaringan Sekolah Islam terpadu Indonesia (JSIT Indonesia). Memasuki tahun ke tiga ini, alhamdulilah sekolah diberikan kemudahan dan sudah menyelesaikan izin operasional semuanya,” kata Rahmat Sudarsono.

Sekarang ini, lanjut Rahmat, sekolahnya memiliki siswa kelas VII sebanyak 22 orang dan siswa kelas VIII sebanyak 26 orang. Sementara untuk penerimaan peserta didik baru tahun ajaran baru 2021/2022 sebanyak 30 orang dengan komposisi 40 persen dari SDIT Syifa Fikriya dan 60 persen dari luar.

“Untuk tahun ajaran 2021/2022 kita targetkan 30 orang peserta didik baru. Asumsi tersebut kita tidak khawatir dan tidak terlalu berat. Sampai hari ini yang mendaftar sudah ada 5 orang,” jelas Rahmat.

Saat ditanya fasilitas dan sarana prasarana yang telah disiapkan sekolah, Rahmat menjawab ada 4 ruang kelas yang representatif, asri sejuk dan nyaman, 1 ruang laboratorium teknologi informatika, laboratorium MIPA, aula public speaking, kantin, sport centre,1 unit masjid, satu rumah untuk imam, 2 kamar mandi untuk laki-laki dan 2 kamar mandi untuk perempuan. “Lahan yang telah dibebaskan seluas 4600 meter persegi dan kita punya mimpi target punya 47 ruang, gedung serba guna kalau memungkinkan untuk boarding school,” pungkasnya. (mur/dam)