Studi Ungkap Gaya Hidup Ayah Berefek pada Kesehatan Anak

Studi Ungkap Gaya Hidup Ayah Berefek pada Kesehatan Anak
Ilustrasi ayah dan anak berolahraga bersama

TR Online - Ketika bicara soal dampak kesehatan orangtua pada kesejahteraan anak, sebagain besar fokusnya tertuju pada sang ibu. Para professional medis, konselor, keluarga, dan teman-teman seringkali mengingatkan sang ibu untuk menjaga tubuh tetap bugar, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi obat-obatan berbahaya. Namun kini, penelitian baru menyoroti pentingnya kesehatan dan pilihan gaya hidup ayah terhadap kesehatan anak.Tahun 2018, para peneliti di Ohio State University menemukan bahwa, gaya hidup seorang ayah sebelum konsepsi berperan dalam kesehatan masa depan bayi.Berolahraga, bahkan sebulan sebelum pembuahan rupanya bisa berpengaruh pada kesehatan metabolisme anak.

Kristin Stanford, PhD., asisten professor pemimpin penelitian ini, menunjukkan adanya peningkatan sensitivitas terhadap insulin, penurunan massa lemak, dan berat badan yang lebih sehat sebagai manfaat utama. Tim penelitian ini memang bukan yang pertama kali memerhatikan tren tersebut. Tahun 2016, WebMD menerbitkan sebuah artikel hasil studi di Universitas Georgetown yang membahas topik sama.Alih-alih melakukan eksperimen mereka sendiri, tim di Universitas Georgetown melakukan penelitian untuk mencari koneksi dan korelasi. Studi tersebut tak hanya berfokus pada olahraga, tapi juga pilihan gaya hidup sehat lainnya, seperti diet, kebiasaan minum alkohol, dan merokok.

Itu membuktikan bahwa gaya hidup buruk sang ayah berkorelasid dengan cacat lahir, penyakit mental, dan obesitas pada anak-anak. Selain itu, studi ini juga mengidentifikasi usia ayah sebagai faktor yang berkontribusi. Lalu, bagaimana itu bisa terjadi? Pilihan gaya hidup pria rupanya memengaruhi gen dan kualitas spermanya. Masalah lebih lanjut adalah, pengaruh pada gen bisa jadi tak hanya diturunkan pada anak-anaknya, dalam beberapa kasus bahkan diturunkan hingga ke cucu-cucunya. Merokok misalnya, kebiasaan ini dapat menyebabkan kerusakan pada sperma, yang kemudian berisiko menyebabkan cacat pada keturunannya.  
 
 Setelah kelahiran anak
 

Jika gaya hidup ayah dapat berefek bahkan sebelum anak lahir, tak heran jika setelah kelahiran anak, gaya hidup ayah juga memengaruhi kesehatan anak. Bahkan, ada lebih banyak penelitian untuk mendukung pentingnya ayah menjadi teladan bagi kesehatan anak-anak mereka. Menurut Raffi Bilek, LCSW-C, seorang terapis keluarga dan direktur Baltimore Therapy Center, anak-anak belajar lebih banyak dari contoh nyata ketimbang dari yang lainnya. “Belajar tentang nutrisi di sekolah atau  belajar pentingnya beraktivitas di luar ruangan, tak memiliki efek yang sama kuatnya dengan melihat langsung ayahnya berolahraga. Karena, anak-anak melihat apa yang dilakukan orangtua mereka dan menyerap nilai-nilai itu,” jelas Bilek. 
 
Senada dengan Bilek, Jeanette DePatie, pelatih kebugaran bersertifikat dengan pengalaman 20 tahun juga setuju dengan hal tersebut. “Ayah yang memiliki citra tubuh sehat memiliki dampak yang sangat kuat pada anak-anaknya, apakah anaknya akan mengembangkan kelainan makan di kemudian hari,” ujarnya. “Keragaman dan eksplorasi adalah hal yang hebat. Jika ayah mencoba banyak mengoncumsi makanan sehat, pada akhirnya anak-anak juga akan melakukan hal yang sama,” lanjut DePatie. Ini sesuai dengan penelitian psikologis yang berbicara tentang perilaku yang dipelajari mengenai kesehatan yang berdampak pada anak-anak dari orangtua mereka. 

 Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan kemanusiaan A.S selama lima tahun pertama, anak-anak memelajari perilaku-perilaku makan yang akan menjadi fondasi selama sisa hidup mereka. Anak-anak mempelajari perilaku-perilaku tersebut melalui perilaku keluarga, budaya, sikap, dan kepercayaan. Tak diragukan lagi, ilmu pengetahuan menunjukkan korelasi kuat antara kesehatan ayah dan pilihan gaya hidupnya dengan kesehatan gen yang nantinya akan diturunkan pada anak-anaknya.

Namun tentu, itu bukan satu-satunya faktor yang berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan anak. Bahkan, anak-anak yang bersentuhan dengan kualitas gen yang buruk, masih dapat meningkatkan kualitas kesehatan mereka dengan menjalani gaya hidup sehat dan aktif. Karena itu, sangat penting diingat bahwa ayah dan juga anggota keluarga lain memainkan peran yang berpengaruh, bukan hanya pada perilaku makan dan berolahraga, tapi juga citra tubuh  yang sehat dan positif.