CILEGON | TR.CO.ID
Program janji kampanye pasangan Wali Kota dan Wakil Walikota Cilegon, Robinsar-Fajar Hadi Prabowo, terancam tidak dapat terealisasi sepenuhnya.
Hal ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon yang cukup besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, pasangan Robinsar-Fajar mengusung 17 program unggulan yang rencananya akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 sebagai acuan pembangunan Kota Cilegon. Program-program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial.
Beberapa program unggulan yang menjadi perhatian masyarakat antara lain sembako murah, biaya kuliah gratis bagi siswa berprestasi dan masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan pusat kreativitas anak muda, serta peningkatan honor untuk tenaga honorer, guru ngaji, dan pekerja sosial.
Meskipun menghadapi kendala anggaran, Pemerintah Kota Cilegon berupaya mencari solusi agar program-program prioritas tetap dapat dijalankan.
Kami sedang melakukan kajian ulang terhadap skema pendanaan dan kemungkinan mencari sumber pendapatan lain agar program-program ini bisa tetap berjalan, ujar salah satu pejabat Pemkot Cilegon, kemarin.
Masyarakat pun menanti langkah konkret dari Robinsar-Fajar dalam merealisasikan janji kampanye mereka di tengah keterbatasan anggaran yang ada. (rga/BN/ris/dam)









