LEBAK | TR.CO.ID
Kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Lebak menyebut jika panen durian di seluruh wilayah mundur menjadi Januari – Februari 2024 karena kemarau panjang dampak fenomena El Nino sehingga pohon durian terlambat berbuah. Seharusnya, sesuai kebiasaan di bulan Desember juga sudah panen.
“Semestinya panen raya durian varietas unggul itu pada bulan Oktober-Desember 2023,” kata Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Hendi Suhendi di perkebunan Durian, Selasa (19/12/23).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mencontohkan, kebon durian berbagai varietas unggul miliknya sebanyak 600 batang di lahan seluas 8 hektare kini sebagian sudah mulai berbuah, namun baru bisa dipanen pada Januari – Februari 2024. Ia menyebutkan panen durian varietas unggul itu meningkatkan pendapatan petani durian.
Menurut dia, saat panen durian, para penikmat durian dari berbagai daerah datang sendiri ke lokasi perkebunan di berbagai lokasi di daerah itu.
“Konsumen datang ke sini bersama keluarga maupun rombongan untuk membeli durian langsung dari petani atau pengepul di sini,” kata Hendi.
Kata Hendi, durian varietas unggul yang dikembangkan itu antara lain montong, durian otong, durian si radio, durian hepi, musang king, sangkanwangi 1 dan durian matahari. Pengembangan durian varietas unggul tersebut memiliki sertifikasi yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Banten melalui Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN).
Karena itu, dirinya juga menjual benih durian varietas unggul dengan ukuran 30 centimeter dijual Rp25 ribu dan 100 centimeter Rp100 ribu/pohon. Petani di wilayah itu mengembangkan durian varietas unggul guna meningkatkan pendapatan keluarga. Ia menyebutkan harga durian varietas unggul itu dijual rata-rata Rp60 ribu per kilogram. Berat durian per butir itu sekitar 4 kilogram dengan harga Rp60 ribu/kg.
“Bila musim panen, varietas durian unggul bisa berbuah 40 butir per pohon,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan, pemerintah daerah mengapresiasi Kelompok Tani Desa Sangkanwangi Kecamatan Leuwidamar yang kini mampu mengembangkan durian varietas unggul, termasuk durian lokal Sangkanwangi 1 yang memiliki sertifikasi nasional. Mereka mengembangkan durian lokal itu hasil perkawinan dengan durian lokal dengan sistem top working.
“Kami berharap petani Lebak bisa mengembangkan durian sehingga mampu ekspor buah durian ke luar negeri,” tukasnya.
Penulis : jat
Editor : dam









