Abraham Ajak RW Gotong Royong Selesaikan Persoalan Warga

Abraham Ajak RW Gotong Royong Selesaikan Persoalan Warga

TANGERANG | TR.CO.ID

Sosok muda milenial Abraham Garuda Laksono mengajak para Ketua Rukun Warga (RW) di Kabupaten Tangerang untuk bergotong royong dalam menyelsaikan segala urusan warga masyarakat.

Hal itu disampaikan Abraham saat menjadi pemateri Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di depan ratusan pengurus RW, bertempat di Yayasan Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (29/5/22).

Menurut Abraham, gotong royong merupakan bentuk pelaksanaan ajaran Pancasila sebagai landasan idiil baik dalam arti sebagai dasar ideologi maupun filosofi bangsa.

Abraham menyebut, bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020 lalu, beberapa masalah muncul.

Seperti adanya kelangkaan masker pada awal pandemi, kemudian oksigen saat Covid-19 varian delta memuncak, dan langkanya beberapa komoditas pangan di pasar.

“Dan terakhir kan minyak goreng juga langka. Itu seolah-olah selama pandemi ini negara kita tambah satu musim, yaitu musim langka,” ujar sosok muda yang biasa disapa Abe itu.

Oleh karena itu, jebolan James Cook University Singapura tersebut mengajak para Ketua RW di Kabupaten Tangerang untuk bahu membahu gotong royong manyelesaikan urusan warga menghadapi segala kesusahan akibat dampak pandemi.

“Gotong Royong adalah warisan luhur budaya bangsa kita. Kita harus keluar dari segala himpitan dan kesusahan dengan jalan bergotong royong, saling bantu. Agar kondisi yang serba susah dan serba langka itu bisa segera kita sudahi secara bersama-sama,” ungkapnya.

Jangan Jadi “Bento”

Lebih lanjut Abraham menyampaikan, bahwa saat ini yang menjadi musuh Pancasila adalah paham individulaisme, yang mana kata dia, lunturnya saling bantu, saling tolong-menolong terhadap sesama, hanya asik dengan dirinya sendiri.

Abraham memberi umpama dengan mengutip lirik lagu “Bento” dari Iwan Fals yaitu “Yang Penting Aku Senang, Aku Menang.Persetan Orang Susah Karena Aku. Yang Penting Asik”.

“Jangan sampai kita jadi “Bento” di tengah masyarakat kita. Maka sebagai wakil warga, RW harus menumbuhkan jiwa Pancasila dan gotong royong pada masyarakat,” katanya.

Abraham juga menekankan pentingnya menghidupi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan harus acuh kepada keadaan di sekitar.
“Bagaimana kita sebagai rakyat mau mengawasi pemerintah dalam menjalankan Pancasila sebagai dasar negara. Kalau kita saja sebagai rakyat tidak menghidupi Pancasial,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota MPR RI wakil Tangerang Raya, Ananta Wahana memaparkan pengertian Pancasila sebagai norma fundamental negara dan norma individu.

Menurut Ananta, norma fundamentar negara merupakan dasar filosofis yang didalamnya terkandung kaidah dasar dalam pengaturan negara.

“Pancasila sebagai norma dasar negara yang fundamental ini menjadi sumber dari segala sumber hukum dalam sebuah negara,” jelasnya.

Dan Pancasila sebagai norma individu, menurut Ananta, bahwa Pancasila sebagai dasar moral dan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tolak ukur tentang baik buruk dan benar-salah dalam sikap, melakukan  perbuatan  dan  tingkah  laku, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus merujuk pada sila-sila yang ada di dalam Pancasila,” imbuh Ananta.

Kegiatan Sosialisai 4 Pilar MPR RI itu diakhiri dengan pembagian bantuan paket sembako dari Yayasan Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis berupa beras premium 5 kg, gula pasir, dan minyak goreng kemasan. (fj/dam)