Akibat Napi Kabur, Sejumlah pihak mendesak Copot Kepala Kanwilkumham Banten

Akibat Napi Kabur, Sejumlah pihak mendesak Copot Kepala Kanwilkumham Banten

TANGERANG | TR.CO.ID

Kaburnya narapidana (napi) kasus narkotika berinisial A di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang berbuntut panjang. Desakan agar Kalapas Klas 1 Tangerang dan Kepala Kanwil Kumham Banten dicopot dari jabatan nya.

"LBH Keadilan meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mencopot Jabatan Plt Kalapas Kelas 1 Tangerang dan Kepala Kanwil Kumham Banten," tukas Ketua Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie saat dihubungi wartawan  Minggu malam (12/12/2021).

Hal ini, kata Hamim, tidak berlebihan mengingat belum lama peristiwa terkait tata kelola pemasyarakatan juga terjadi di lapas yang sama. 

"Sekali lagi, copot mereka sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan," pinta Hamim keras.

Selain itu, Hamim pun mendesak agar menkumham mengaudit tata kelola pemasyarakatan di Lapas Klas 1 Tangerang dan Kanwil Kumham Banten serta lapas lainnya di Indonesia.

"LBH Keadilan menyayangkan peristiwa kaburnya napi tersebut. Kami meminta menteri hukum dan HAM melakukan audit tata kelola pemasyarakatan. Sistem pengamanan lapas-Lapas di Indonesia harus dievaluasi

Selain itu, penambahan personal atau petugas pengamanan juga perlu dilakukan. Selama ini jumlah personal pengamanan tidak sebanding dengan jumlah napi di lapas," urainya.

Mengenai kaburnya napi Lapas Kelas 1 Tangerang itu, Hamim pun menemukan banyak kejanggalan.
 
"Menjadi pertanyaan publik. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi di tempat yang pengamanannya ketat. Apakah ada unsur kesengajaan dari petugas  lapas?" tanya Hamim.

Pengacara muda dan enerjik itu mengingatkan, kasus kaburnya napi ini juga terjadi di lapas yang sama September tahun lalu. "Perlu diingat, September tahun lalu di lapas yang sama, ada juga napi yang kabur dengan melewati gorong-gorong. Ini sudah menjadi kejadian luar biasa. Setiap tahun ada saja napi yang kabur," cetusnya.

Mengenai dugaan adanya orang dalam atau petugas sipir yang membantu kaburnya napi yang sudah 5 tahun di penjara itu, Kepala Bagian Humas Kemenkumham, Rika Apriyanti saat dikonfirmasi Radar Tangsel.Com tidak memberikan jawaban. Termasuk, ketika ditanya apakah ada sanksi pencopotan kepala kapas klas 1 Tangerang dan kepala kanwil kumham Banten, Rika tidak menjawab.

Perempuan berhijab itu yang pasti menjelaskan normatif. "Iya betul, saat ini sedang dilakukan pencarian kepada yang bersangkutan (napi yang kabur). Kerjasama dengan kepolisian. Kakanwil kemenkumham Banten sebagai penanggung jawab wilayah sudah menurunkan timnya melakukan penyelidikan dan pemeriksaa atas kejadian itu," papar Rika.

Lalu, seperti apakah kronologi kaburnya napi narkoba itu? Ini kronologi kaburnya narapidana narkoba berinisial A itu. 

Kata pihak Lapas (Kalapas) Tangerang dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Banten, napi narkoba tersebut diketahui keluar dari Lapas Tangerang sejak beberapa hari lalu, tepatnya pada Rabu (8/12/2021). 

Napi itu memang mendapatkan izin keluar dari lapas. Dalam pengejarannya, dibentuk tim gabungan yang terdiri dari unsur Lapas Tangerang, Kanwil Kemenkumham Banten, TNI dan Polri. 

Pengejaran napi narkoba tersebut konon sudah menemui titik terang. Kalapas Tangerang, Nirhono Jatmokoadi berujar, napi narkoba tersebut memang mendapatkan izin pembinaan kegiatan kerja di luar lapas.

Ucap Nirhono, hanya napi tersebut yang mendapatkan izin kerja. "Dia pembinaan kegiatan kerja. Izin untuk kegiatan kerja. Intinya kegiatan kerja," cetus Nirhono saat dimintai konfirmasi, Minggu (12/12/2021).

Papar Nirhono, napi tersebut dibantu kabur oleh 2 orang warga. Dua orang warga tersebut bukan napi. 

Mereka yang membantu napi tersebut di luar lapas. "Bukan 1 doang (napi yang keluar)," urai Nirhono.

Kemudian, yang 2 itu bukan napi. "Dua orang masyarakat di mana dia (napi) minta perlindungan gitu. Satu orang saja yang keluar," katanya.

Selain itu, Nirhono menyebut tim gabungan berhasil menangkap 2 warga yang diduga membantu napi tersebut dari luar lapas. Keduanya saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polda Riau.

"Sementara diinterogasi di Polda, Polda Riau," pungkas nya.

Sementara Kepala bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti, 
melalui rekaman suara yang diterima awak media, Koran Harian Tangerang Raya membenarkan narapidana narkoba inisial A telah dinyatakan melarikan diri (kabur)

"Kementerian Hukum dan HAM kanwil Banten bersama Jajaran Lapas kelas 1 Tangerang, sedang melakukan Koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengejaran.

Dikatakan, Pihak Kementerian Hukum dan HAM wilayah Banten, sebagai penanggung jawab dalam hal itu, telah menerjunkan Tim nya untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan atas kabur nya tahanan Pemasyarakatan kelas 1 Tangerang yang berada di Jalan Veteran No 2, RT 04/04, Babakan, Tangerang Kota, " terang nya.

"pihak Kanwil Kemenkumham Banten sebagai yang bertangung jawab, juga sudah koordinasi dengan pihak Polri, untuk melakukan pengejaran kepada Napi Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang Berinisial A," ungkap nya

Rika menambahkan, Petugas gabungan sedang  melakukan pengejaran terhadap inisial A, dan sedang didalami kronologis kejadian, "singkat nya. (Man/Hel)