Anggaran Pemiliharaan Toilet Rp 36 Juta

Anggaran Pemiliharaan Toilet Rp 36 Juta
Anggaran Pemiliharaan Toilet Rp 36 Juta

 Aktifis Sindir Pedas Camat Cikupa 

TANGERANG | TR.CO.ID


Sempat menjadi sorotan lantaran toilet yang tidak berfungsi maksimal, kantor pemerintah kecamatan cikupa kini memperbaikinya. 

Berdasarkan pantauan dilokasi pada senin (4/4/22), air yang sebelumnya tidak mengalir saat ini telah diperbaiki pada kedua toilet yang berada dilantai satu dan dua. 

Meski begitu salahsatu toilet yang berada di sisi luar terpantau masih dibiarkan terbengkalai dan tidak terawat. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Pemerintah kabupaten Tangerang menganggarkan 36 juta rupiah lebih untuk Pemeliharaan Toilet Lingkup Kantor Kecamatan Cikupa. 

Menanggapi hal tersebut, Hilman Harahap, Aktifis sekaligus penggiat sosial kepada wartawan mengaku miris dengan hal tersebut, pasalnya anggaran yang digelontorkan untuk pemeliharaan toilet dikantor kecamatan Cikupa tidak sebanding dengan uang rakyat yang dihambur - hamburkan. 

"Logikanya saja, 36 juta lebih untuk sebatas pemilharaan toilet, apakah itu wajar ?," ungkap aktifis yang akrab disapa Bung Hilman. 

Kendati tidak terlalu signifikan, anggaran pemiliharaan toilet masih dinilai kurang sepandan dengan fakta yang ada dilapangan. 

"Aduh ini camat kok bisa ya, memangnya itu WC mampet disetiap bulan sehingga toilet - toilet dikecamatan harus dikuras disetiap bulannya, gak masuk diakal ini anggaran," kata Bung Hilman. 

Ia menilai, bukan cuma anggaran pemiliharaan toilet yang janggal akan tetapi terdapat beberapa mata anggaran yang dinilai tidak masuk akal. 

"Ini ada lagi 161 juta rupiah uang rakyat dihamburkan dengan kemasan untuk pemeliharaan pos jaga PolPP, ini gila angka sebesar itu untuk memelihara pos jaga, aneh sekali camat cikupa ini," tukas Hilman. 

Masih menurut Bung Hilman, masa jabatannya camat yang akan berakhir ditahun ini seharusnya dapat dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya bukan malah mengundang dugaan - dugaan mark-up yang dikhawatirkan dapat menjadi bomerang bagi camat jelang masa pensiunnya. 

"Ini kan beliau sebentar lagi akan pensiun, kenapa justru terkesan ada indikasi dugaan korupsi dengan anggaran - anggaran yang menurut saya kurang relevan," tutur Hilman. 

Sayangnya hingga berita ini dilansir, Camat Cikupa H. Abdullah masih enggan memberikan keterangannya, beberapa kali wartawan mencoba menghubunginya namun yang bersangkutan enggan merespon. (cng/dam)