
TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyiagakan puluhan unit pompa air untuk menangani banjir yang merendam sejumlah wilayah akibat hujan lebat sejak Kamis malam. Meski petugas telah diterjunkan ke lokasi terdampak, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat menghambat surutnya air.
Banjir akibat luapan sungai dilaporkan melanda beberapa titik krusial, di antaranya Kawasan Regency Jembatan Alamanda (Kali Ledug), Taman Cibodas (Kali Sabi), dan Perumahan Puri Kartika Baru (Kali Wetan).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktivasi seluruh rumah pompa di wilayah terdampak sejak air mulai naik.
“Petugas lapangan sudah dikerahkan untuk melakukan penanganan sementara sekaligus memantau kondisi secara berkala. Fokus kami saat ini adalah mengoptimalkan pompa permanen dan menyiagakan pompa portable untuk keadaan darurat,” ujar Taufik, Senin (2/32026).
Taufik mengeklaim bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya tanggul atau turap yang jebol. Ia memprediksi genangan akan surut dalam waktu dekat, dengan catatan tidak ada hujan susulan yang signifikan pada sore hingga malam hari.
Namun, di lapangan, warga mulai mengeluhkan durasi genangan yang sering berulang di titik yang sama. Salah seorang warga Periuk, Ahmad (38), menyebut bahwa meski pompa menyala, debit air sungai yang terlalu tinggi seringkali membuat pembuangan air menjadi tidak maksimal.
“Pompa memang ada, tapi kalau hujannya deras sekali, air sungai tetap masuk ke pemukiman. Kami berharap ada solusi jangka panjang selain sekadar pompa, misalnya pengerukan sedimentasi yang lebih masif,” ungkap Ahmad.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Tangerang terus mengimbau masyarakat untuk memantau Tinggi Muka Air (TMA) di sungai terdekat melalui aplikasi atau kanal informasi resmi guna meningkatkan kesiapan mitigasi mandiri. (Adv)









