Azizah-Ruhamaben Janjikan Perubahan

Azizah-Ruhamaben Janjikan Perubahan

HEBOH: PILKADA TANGSEL

 

PERMATA TANGSEL PROGRAM UNGGULAN
 

TANGSEL | TRM

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Siti Nur Azizah-Ruhamaben dinyatakan lolos sebagai kandidat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangsel 9 Desember mendatang.

Bapaslon tersebut melenggang mulus setelah tiga Partai Politik (Parpol) pendukung yakni Partai Demokrat dengan perolehan lima kursi DPRD, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) delapan kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) empat kursi dengan keseluruhan 17 kursi.

Ketika berbincang dengan Tangerang Raya Media di kediamannya, Bapaslon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Ruhamaben mengungkapkan, pihaknya terus intens melakukan persiapan-persiapan untuk Pilkada dengan bersosialisasi di tengah masyarakat secara door to door, baik sebelum maupun sesudah ditetapkannya oleh partai berlambang bulan sabit kembar itu untuk maju sebagai kontestan Pilkada.

"Jadi kalau persiapan, ya kita sejak ditetapkan oleh PKS pada tanggal 1 Maret 2020. PKS menugaskan saya untuk terus bersilaturahmi dengan masyarakat, memang salah satu pengenalan yang paling efektif adalah selain banner dan spanduk, bertemu  langsung kerap saya lakukan,  cuma sayangnya baru jalan sudah pandemi Covid-19. Dengan demikian kita mengatur waktu untuk jadwal pertemuan, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkap Ruhamaban, Senin (14/09).

Menurut Ruhamaben, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Bapaslon Siti Nur Azizah-Ruhamaben juga hadir di tengah masyarakat melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan hand sanitizer, masker juga membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak corona.

"Sejak dahulu bersama kader PKS kita terjun langsung ke masyarakat, mencoba meringankan beban mereka (Warga terdampak Covid 19-red). Nah sekarang ini setelah penetapan berdua, artinya SK dari Demokrat, PKS dan PKB, keluar kita jalan bareng dengan Ibu Nur Azizah, semua jaringan bergerak untuk kepentingan masyarakat," ucapnya.

Disinggung program unggulan apa saja yang akan diusung untuk mensejahterakan masyarakat ketika dirinya terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, Ruhamaben menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, pelayanan publik dasar seperti, layanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, perizinan.

Ruhamaben menilai pelayanan-pelayanan tersebut belum maksimal, juga dari sektor pemerataan ekonomi dan kesenjangan sosial pun belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

"Masih banyak yang perlu diperbaiki, yang belum maksimal harus perbaiki, jadi kita harus meningkatkan layanan itu untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan," bebernya.

Ruhamaban menambahkan, pelemahan sektor ekonomi diera pandemi Covid-19 menjadi fenomena yang melanda di Indonesia saat ini. Tidak terkecuali yang dirasakan juga oleh warga Tangsel pada umumnya. Para pengusaha UMKM mengeluhkan melemahnya daya beli, sementara pekerja banyak yang kehilangan pekerjaannya.

Berangkat dari fenomena tersebut, Ruhamaben yang mendeklarasikan sebagai Bakal Calon Wakil Walikota mendampingi Azizah, membuat gebrakan dengan mengeluarkan program gerakan KECE (Kelurahan Center of Entrepreneur).

Ruhama bisa akrab disapa menjelaskan, gerakan KECE ini merupakan sebuah gerakan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi bagi warga Tangsel berbasis kelurahan.
"KECE berangkat dari pemahanan kita bahwa kewirausahaan dan iklim kemudahan berusaha merupakan faktor penting bagi upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, serta menjadi modal penting bagi kemajuan sebuah daerah," katanya.

Inisiator sekaligus pembina KECE ini menambahkan, Tangsel merupakan kota industri dan jasa yang struktur ekonominya sangat ditopang oleh sektor perdagangan.

"Maka wajib bagi kita untuk terus mendorong dan memberi perhatian lebih bagi tumbuhnya semangat kewirausahaan dan wujudnya iklim UMKM yang sehat," ucap tokoh Tangsel ini.

Ruhama menargetkan pencapaian dari gerakan ini yakni 54 titik pemberdayaan di seluruh kelurahan se-Tangsel, 735 UMKM yang sudah berjalan dapat naik kelas dan terciptanya 3.844 UMKM baru di Kota Tangsel.

"Keseluruhan target-target tersebut akan kami upayakan melalui berbagai program KECE, mulai dari Seminar Bisnis, Klinik Bisnis, Pelatihan sampai dengan Kelompok Mentoring Bisnis," tuturnya.

Kemudian sambung Ruhama, tujuan pemekaran itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing daerah dan memajukan daerah dalam sektor pembangunan, agar daerah ini menjadi daerah yang diminati orang untuk dikunjungi.

“Dulu saya terima tamu dari mana-mana (waktu wakil ketua DPRD-red), mereka turun di bandara Soekarno-Hatta, dia naik mobil lewat Alam Sutera dan BSD sampai mereka memuji-muji Tangsel jalannya licin, bagus, lebar trotoarnya bersih nggak ada tiang listrik, banyak pohon rindang rumahnya bagus-bagus,” ujarnya.

"Rupanya mereka hanya melihat Alam Sutera dan BSD. Itu mereka belum lihat wilayah-wilayah lain di Tangsel, penataan pembangunan ini banyak dibantu oleh pengembang besar, kita sangat bersyukur daerah kita jadi tambah asri dan bagus. Cuma kalau kita lihat di luar pengembang besar, peran pemerintah wilayah di luar itu pembangunannya masih belum tertata rapi," imbuhnya.

"Drainase kita pun belum terpadu, sistem transportasi juga belum terpadu, jadi resikonya kemacetan dimana-mana, banjir pun menimpa wilayah kita,” tambah pengusaha fashion muslim asal Tangsel ini.
Ruhama juga memiliki program Permata Tangsel yakni pemerataan kemajuan untuk kesejahteraan, jadi buat apa kotanya maju tapi tingkat merata kesejahteraannya.

“Untuk itu kami akan memperbaiki berbagai sektor pelayanan masyarakat melalui berbasis data yang akurat secara online. Masyarakat bisa memberikan masukan-masukan pembangunan hanya dengan menggunakan sebuah gadget,” pungkas Ruhama mengakhiri perbincangan dengan kru Tangerang Raya Media. (dam/jojo)