Beredar Surat RW 06 Minta Rp30 Juta Pengamanan Tower 

Beredar Surat RW 06 Minta Rp30 Juta Pengamanan Tower 
ilustrasi

TANGERANG | TR.CO.ID

Sejumlah kalangan merespond dengan kritik atas beredar nya surat Ketua RT 04/06 Kel.Batusari Kec, Batuceper Kota Tangerang mengajukan uang Rp 30 juta  berkaitan pembangunan Tower IBS yang dikerjakan CV Nara Unggul Prima (NUP).

H.M.Muchdi.Ketua BPAN RI, (Badan Penelitian Aset Negara Republik Indonesia) kota tangerang mengatakan, apakah Ini bagian dari penyalah gunaan jabatan atau wewenang ketua RT 04 dan Ketua RW 06 Kel Batusari pasalnya menggunakan stempel Ketua RT dan RW mengajukan uang  puluhan juta rupiah ataukah Legal atau Ilegal kita serahkan ke Aparat Hukum Polres Tangerang Kota.

"Dalam Hal ini, pihak  Saber Pungli Polres Tangerang Kota selayaknya mendalami dan memanggil beberapa orang yang terkait agar ada tindakan hukum atas  pembangunan tower di lahan  makam warga RT 04/06 Kelurahan  Batusari Kecamatan Batuceper Kota Tangerang,"tutur Muchdi kepada awak media koran Tangerang Raya Minggu (14/11).

Ia menjelaskan, mendalami atas beredar nya surat 12 Oktober 2021 yang dibubuhi Stempel dan tanda tangan, Yasri ketua RT 04 serta M syukur selaku ketua RW 06 Batusari 
terdapat juga tanda tangan, Mustaklim perwakilan (CV NUP ) bertuliskan kesepakatan antara Ketua RT 04 dan RW 06 atas pembangunan Tower dengan pengajuan uang  Koordinasi sejumlah Rp 30 juta.

"Berlanjut pada 26 Oktober 2021 kembali beredar surat tanda terima  uang sejumlah Rp16.250.000.yang juga di tanda tangani oleh Syukur dan dilengkapi dengan Stempel Ketua RW 06 Kel Batusari Kec Batuceper Kota Tangerang,"ungkap 
Lelaki asal Sukabakti Tangerang itu. 

Muchdi menduga, berdasarkan surat itu, tertuang bahwa Syukur ketua RW 06 dinyatakan sebagai   penjamin pengamanan sampai dinyatakan proyek tower itu selesai.

"Berdasarkan isi surat itu pihak CV NUP telah menyerahkan kepada Ketua RW 06 yaitu Syukur berupa uang Rp16.250.000 dari perwakilan CV NUP pelaksana pembangunan Tower milik IBS yang sedang dalam masa pekerjaan pembangunan di kawasan lahan  Pemakaman Warga di RT 04/06 Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper," ungkap nya.

Muchdi berharap, Melalui informasi lintas publikasi media Koran Tangerang Raya ini, Kita Mendesak Kapolres Tangerang Kota agar mengarahkan Tim Saber Pungli atau jajaran Reskrim untuk menindak lanjuti dugaan penyalah gunaan wewenang jabatan ketua RT 04 dan RW 06 Kel Batusari.

"Demi tegak nya Hukum berlaku sama kepada siapapun agar ada Azas perubahan yang bertanggung jawab dalam menerima amanah jabatan, harus ada tindakan tegas atau sanksi hukum kepada oknum - oknum pelindung keberadaan bangunan tiang - tiang Tower yang tidak memiliki Izin di lingkungan Kota Tangerang," pungkas nya.

Sebelum nya Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Ir. H Turidi Susanto menegaskan, Saya kira operator smartfren harus segera mengurus Perizinan, dan tanda tangan warga dilingkungan RT 04/06 untuk syarat persetujuan pembangunan tower.

"Ya saya, harap satpol PP menyegel tempat tersebut, sebenarnya pihak kecamatan Batuceper kan, punya trantib ya di segel aja, kalau memang tower tersebut tidak berizin," tegas Turidi singkat.

Semantara tokoh masyarakat Kota Tangerang H Ubay Permana 
menduga, keberadaan Tower provider Smartfren di kawasan RT 004 RW 06 Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batuceper Kota Tangerang, berpotensi akan pemicu terjadinya kecelakaan pesawat di Bandara Soetta.

"Pengamatan kami, Tower milik Smartfren itu, akan dibangun ketinggian 36 meter pastinya sangat  berdampak kecelakaan penerbangan  yang fatal dan tidak terduga, pasal nya Izin mendirikan bangunan (IMB) di dekat bandara saja tidak boleh melebihi ketinggian ditentukan, lalu bagaimana bisa OPD Pemkot Tangerang lepas  tanggung jawab begitu saja, "ucap Ubay warga batusari Kecamatan Batuceper Kota Tangerang, kepada awak media ini, Kamis (4/11). 

Menurut Ubay, Tower itu belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan Tower Komonikasi, namun sudah ada kegiatan pembangunan.

"Pelanggar aturan karena tidak memiliki Izin Mendirikan Tower, tidak ada Penghasilan Asli Daerah PAD yang dihasilkan kemudian di
khawatirkan juga warga dekat tower itu terjadi radiasi karena rumah warga  jaraknya cukup dekat dengan pemukiman," ungkap Ubay.

Sebab itu, kita tantang pihak Dinas 
DPMPTSP memberikan keterangan publik berapa jumlah Tower yang memiliki Izin, dan alamat titik lokasi tower itu berdiri, lalu kita dorong juga Satpol PP bertindak tegas atas keberadaan tower - tower yang tidak memiliki izin.

"Fakta dilapangan pihak Satpol PP atau OPD Pemkot Tangerang dari tingkat kecamatan hingga Dinas terkait, terkesan membiarkannya. wajar masyarakat menduga, dalam pendirian tower - tower yang berdiri dilingkungan Kota atangerang ada pemalsuan tanda tangan warga, untuk syarat izin lingkungan,  "pungkas Ubay.

Penulusuran Awak Media Koran  Tangerang Raya, mendatangi lokasi di rencanakan akan dibangun Tower itu, Mengaku Bernama Soni sedang melakukan pembangunan pondasi dan pagar Tower yang memang tampak bersebelahan dengan tanah makam di kawasan RT 004 RW 06 Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batuceper Kota Tangerang, Senin (01/11).

"Kami berdua sudah 5 hari disini, mengerjakan Pondasi Tower ini, dan sementara waktu, tinggal di salah satu rumah kontrakan, tidak jauh dari lokasi pembangunan Tower ini, "ucap Soni, mengaku asli dari Cilengsi Jawa Barat.

Menurut Soni, kemungkinan pembangunan Pondasi Tower ini hanya 20 sampai 25 hari akan selesai dikerjakan dan akan dijadikan pondasi tower Smartfren.

"Kami berdua hanya mengerjakan penggalian dan pondasi kedepan untuk pemasangan tower ada lagi orang yang akan mengerjakan," ujar Soni di lokasi pembangunan Tower yang bersebelahan persis dengan beberapa makam warga setempat.

Dikatakan, Setelah pondasi selesai akan dipasang besi Tower setinggi 36 meter, dan sekarang sedang penggalian sedalam 4 meter dengan lebar 5 meter, ia kerjakan bersama  rekan satu daerah nya bernama Sehat, yang ditemui sedang beristirahat.

"Lokasi ini memang hampir tidak ada jarak dengan beberapa makam warga disini, kalau lahan yang digunakan untuk Tower ini telah  disewa oleh Smartfren kalau egak salah pemilik tanah ini pak Roni," kata Soni sembari menunjukkan rumah pemilik tanah lokasi Tower yang tidak jauh dari lokasi Tower itu kepada awak media ini. 

Sebelum nya, Camat Batuceper  Katrina Iswandari juga secara tegas  mengutarakan, Seharusnya ada izin, sampai dengan saat ini, ia mengakui belum ada tanda tangan surat/berkas terkait tower.

"Sampai saat ini belum ada tanda tangan surat atau berkas terkait tower, "Saya, akan konfirmasi dulu, lalu Cek lokasi dan akan koordinasi ke perizinan,"ujar Katrina melalui Pesan WhatsApp Handphone nya. 
(Man/Hel)