Broker Tanah Diungkap Sekda Banten

Broker Tanah Diungkap Sekda Banten

Pengadahan Lahan SMAN 30 Kab.Tangerang


BANTEN | TR.CO.ID

Terkait pengadaan lahan dan pembangunan untuk sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya pengadaan lahan SMAN 30 Kabupaten Tangerang di Kecamatan Sukamulya, Kabuapetn Tangerang hingga saat ini masih memanas. Pasalnya hingga kini belum ada kepastian titik lokasi dan diduga ada “Broker Tanah” yang melibatkan oknum Dindik Provinsi Banten.

Informasi yang beredar di Media Sosial (Medsos) Sekda Banten Al Muktabar memberikan statment ke media massa. Dalam isi berita itu disebut, Sekda Banten Al Muhatabar mengatakan, surat permohonan Penolakannya masuk ke mejanya pada Tanggal 18 Mei 2021, saat ini sedang saya pelajari, laporan adalah Aliansi Fortomulya (Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat Kecamatan Sukamulya).

“Dari data yang saya terima, penolakan tersebut didasari oleh ketidak sinkron penunjukan titik lokasi serta tidak sesuai dengan pengajuan yang telah disetujui oleh pihak Kecamatan setempat. Kami telah menurunkan team ke lapangan untuk mengecek kebenarannya, dan dari laporan mereka yang benar adalah ke 3 usulan titik ini,” ujarnya.

Lanjut Sekda, ada tiga lokasi yakni, Kampung Selon RT.001/003 Desa Kaliasin dengan luas : 19, 200 Meter, Kampung Selon RT.002/005 Desa Parahu dengan luas : 10, 000 Meter dan Kampung Jubleg Rt.004/06 Desa Benda dengan luas : 15, 000 Meter.

“Namun entah mengapa tiba – tiba Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten merubah rencananya dan akan membeli lahan yang berada di Desa Merak yang hanya seluas 6.000 meter persegi, tanpa survey dan kajian serta tidak ada dalam usulan pihak Kecamatan Sukamulya,” tegasnya

Sekda menegaskan, jika benar itu titik lokasi lahan yang akan dibayar dan dibangun, tidak sesuai dengan standar sarana dan prasarana, apalagi pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007. Dimana lahan untuk SMA sederajat minimal 10.000 meter persegi. " Ini patut juga di curigai," ucap Al Muktabar.

Dirinya menduga dan mencurigai adanya indikasi perbuatan rencana melawan hukum yang dilakukan oknum Dindikbud Provinsi Banten bersama sejumlah oknum yang berkepentingan di dalamnya,” papar Sekda.

Sekda Al Muktabar selaku pimpinan tertinggi ASN di Pemprov Banten, tidak dapat bicara banyak melihat kenyataan tersebut ketika didesak siapa oknum dindik Banten yang bermain. Bahkan saat diwawancarai, pria yang kerap dijuluki aktor bintang film laga Antonio Banderas itu nampak terburu – buru masuk ke dalam mobil Dinasnya.

"Saya dan Tim sudah punya gambaran sendiri, soal lokasi atau titik lahan untuk SMAN.30 Kabupaten Tangerang dan itu berdasarkan usulan yang ada serta melalui kajian yang matang, jadi rekan – rekan Media tenang saja, nanti saya yang menyampaikan ke Gubernur,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, terkait kasus dugaan korupsi itu merupakan masalah hukum. Maka, pihaknya akan bersikap sesuai peraturan perundang-undangan saja. “Itu kan masalah hukum. Kita kan taat hukum. Sesuai peraturan perundangan aja,” ungkapnya. Al Muktabar mengaku akan mengevaluasi secara menyeluruh terkait integritas para ASN yang bekerja di lingkungan Pemprov Banten. Sehingga, kasus korupsi tidak terulang kembali.

“Nanti akan kami lakukan evaluasi secara menyeluruh kepada ASN, nanti kita lihat dulu,” terangnya.

Sementara itu, Kabid SMA Dindik Banten, Lukman menegaskan bahwa lahan belum dibeli, dan masih tahap sosialisasi. " Belum dibeli lahannya, dan masih sosialisasi, " demikian jawaban Kabid SMA lewat pesan WA.

Menanggapi komentar Sekda Banten, lukman hanya menegaskan, sebagai pimpinan Sekda mewanti-wanti stafnya agar berhati-hati dalam menjalakan kinerja atau tugas.

Terpisah,  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Tabrani mengatakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke Sekda Provinsi Banten Al Muktabar, menurut Tabrani bahwa sekda tidak memberikan stetmen seperti yang diberitakan media online tersebut. (adg/hel)