Celurit Korbannya Sampe Buta, Begal Handphone Dibekuk Polisi

Celurit Korbannya Sampe Buta, Begal Handphone Dibekuk Polisi

KOTA TANGERANG | TR.CO.ID

Polisi menangkap 6 (enam) orang pelaku spesialis begal ponsel yang beraksi menggunakan senjata tajam di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota. Bahkan dalam satu malam komplotan tersebut beraksi di lima titik lokasi berbeda.

Sadisnya, Aksi begal tersebut menyebabkan salah satu korban di Neglasari mengalami luka celurit pada bagian mata hingga mengalami luka robek dan menyebabkan kebutaan.

Ironisnya, empat orang pelaku tersebut ternyata masih dibawah umur alias Anak berhadapan dengan Hukum (ABH). Ya, mereka berinisial MA (17), MF (16), FH (17) dan P (18). Dua pelaku lain berinisial F (20) dan D (22).

"Peristiwa terjadi pada hari sabtu tanggal 16 Juli 2022, di wilayah hukum Polsek Neglasari Pelaku yang terlibat berjumlah 4 (empat) orang," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam keterangan persnya. Senin, (25/7/2022).

Aksi para pelaku dilakukan sekitar jam 03.30 WIB di depan gang Kantor Kelurahan Selapajang, Jalan M. Suryadarma, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Atas laporan Korban, lanjut Zain, Tim Reskrim Polsek Neglasari pada Kamis 21 Juli 2022, berhasil mengendus lokasi persembunyian Komplotan pelaku begal sadis ini. Di lokasi penangkapan pihaknya berhasil mengamankan 6 (enam) orang pelaku.

"Mereka ditangkap di lokasi tongkrongannya, di daerah Cengklong, Kosambi, Teluknaga, kabupaten Tangerang. Dengan rincian 4 pelaku melakukan di Neglasari dan 2 pelaku lainnya ikut  melakukan pembegalan wilayah di Teluknaga," papar Zain.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan, tambah Kapolres, berdasarkan keterangan dari para pelaku, sehari sebelum ditangkap pada Rabu, 20 Juli 2022, mereka melakukan begal ponsel di Lima lokasi sekaligus, Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut dilakukan di Wilayah Teluknaga, Pakuhaji dan Sepatan.

"Atas perbuatannya, para pelaku kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara, dan kasus ini masih terus kami kembangkan," tandasnya. (ali)