TANGERANG | TR.CO.ID

Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong penguatan layanan pendidikan inklusif melalui peluncuran aplikasi CISADANE atau Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan O2SN dan FLS3N Tahun 2026 di Stadion Benteng Reborn, Senin (25/5/2026).
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengatakan, aplikasi CISADANE menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Aplikasi ini dihadirkan untuk memudahkan pelayanan pendidikan sekaligus memperkuat komunikasi antara sekolah, pemerintah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Sachrudin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menjelaskan, CISADANE dikembangkan sebagai platform digital yang mendukung pengelolaan data pendidikan inklusif secara terpusat.
Menurutnya, aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sistem administrasi dan pendataan peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga menjadi sarana monitoring layanan pendidikan inklusif hingga penguatan koordinasi antar sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan.
“Melalui CISADANE, kami ingin memperkuat sekolah inklusif dengan menghadirkan layanan yang lebih komprehensif, termasuk layanan konseling dan pendampingan,” jelas Wahyudi.
Ia menambahkan, Pemkot Tangerang saat ini juga telah membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang diperkuat tenaga psikolog guna membantu pelayanan dan konsultasi pendidikan inklusif bagi masyarakat.
“Harapannya, aplikasi ini dapat menjadi sarana konsultasi antara pemerintah, sekolah dan orang tua sehingga kebutuhan pendidikan inklusif dapat dilayani secara maksimal,” katanya.
Selain meluncurkan CISADANE, pada kesempatan yang sama Pemkot Tangerang juga meresmikan aplikasi SIP PAUD PNF yang digunakan untuk mendukung monitoring, pengawasan dan pendampingan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal.(Will)









