Di Balik Karaoke FM3, Ada Etalase Birahi yang Dilindungi ?

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Pemukulan terhadap M. Eddy Sopyan saat menggelar aksi unjuk rasa damai di depan FM3 pada awal Juni 2025 memantik perhatian publik.

Dalam laporan resmi ke kepolisian bernomor LP/B/763/VI/2025, insiden itu terjadi setelah seseorang yang belum diketahui identitasnya meminta identitas massa aksi, sebelum kemudian terjadi kekerasan fisik yang menyebabkan luka di bagian bibir dan perut korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi tersebut, menurut informasi yang tercantum dalam laporan, dilakukan untuk menyoroti aktivitas FM3 yang diduga melampaui batas fungsi tempat hiburan biasa.

FM3 dikenal sebagai salah satu tempat karaoke eksklusif di Kota Tangerang, dengan sejumlah ruangan yang dinamai Amsterdam, London, dan Tokyo. Namun, di balik kemasan mewah dan pencahayaan remang, FM3 disinyalir menjadi pusat aktivitas terselubung yang mengarah pada dugaan praktik prostitusi.

Ruangan karaoke dilaporkan dilengkapi dengan toilet pribadi, dan dalam satu lingkungan kompleks yang sama, terdapat sejumlah kamar yang diduga digunakan untuk kepentingan non-akomodatif.

Berdasarkan informasi dari beberapa mantan pekerja dan pengunjung, FM3 diduga tidak hanya menyediakan jasa karaoke, melainkan juga layanan “tambahan” yang tidak tercantum dalam daftar resmi.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Tangani Banjir Luapan Kali Sabi secara Intensif

Dugaan ini diperkuat oleh kesaksian tidak resmi yang menyebut bahwa proses negosiasi layanan tertentu terjadi secara diam-diam, namun dengan mekanisme yang terstruktur. Meskipun hal ini belum pernah terbukti melalui penindakan hukum terbuka, desas-desus tersebut telah lama menjadi pengetahuan umum di kalangan masyarakat sekitar.

Yang mengundang tanda tanya besar adalah, meski mencuat banyak dugaan pelanggaran, FM3 tidak pernah tersentuh oleh razia maupun penggerebekan.

Tidak tercatat adanya tindakan aparat yang menyasar lokasi ini, baik dari unsur Satpol PP, kepolisian, maupun dinas terkait. Ketiadaan penindakan ini menimbulkan dugaan bahwa terdapat pola perlindungan sistematis yang melibatkan berbagai pihak.

Dalam dugaan sementara, pola perlindungan terhadap FM3 tidak hanya melibatkan oknum aparat, tetapi juga menjangkau sejumlah tokoh sipil lokal.

Beberapa pihak menyebut bahwa oknum ketua ormas dan pimpinan kelompok tertentu berperan penting dalam menjaga agar operasional FM3 tetap berjalan tanpa hambatan.

Mereka diduga menjadi penghubung antara pengelola tempat hiburan dengan kekuatan informal di lapangan. Peran ini tidak selalu dibayar dengan uang, tetapi juga dalam bentuk fasilitas hiburan, akses khusus, dan kompensasi non-material lainnya.

Baca Juga:  Satpol PP Tak Bernyali, Tokoh Masyarakat Bakal Sweeping Hiburan Malam di Gading Serpong

Hubungan semacam ini disinyalir menjadi alasan mengapa FM3 tetap beroperasi secara “normal” meski banyak tempat hiburan lain kerap ditertibkan.

Tokoh-tokoh ini, menurut sumber yang enggan disebutkan identitasnya, juga berperan dalam meredam protes warga. Dalam beberapa kasus, warga yang mencoba melaporkan atau memprotes keberadaan FM3 justru mendapat tekanan balik, baik secara halus maupun terbuka.

Dalam konteks ini, kekerasan terhadap Eddy diduga berkaitan erat dengan keberaniannya mengangkat isu tersebut ke ruang publik.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari kepolisian yang mengaitkan langsung insiden pemukulan dengan isi aksi unjuk rasa, pola yang muncul memperlihatkan adanya resistensi terhadap upaya pengungkapan dugaan pelanggaran di FM3. Hal ini memperkuat kesan bahwa tempat tersebut tidak hanya hidup dari keuntungan bisnis semata, tetapi juga dari kompromi sosial-politik yang dijalin secara strategis.

FM3 dengan demikian bukan hanya tempat hiburan malam, melainkan bagian dari struktur sosial yang lebih dalam, tempat kepentingan ekonomi, perlindungan informal, dan kekuasaan lokal bertemu.(red)

Berita Terkait

Maryono Apresiasi Komitmen Sosial AirNav Indonesia Lewat Program Kurban TJSL
Buka Liga PSSI Tangerang, Sachrudin Tekankan Pentingnya Disiplin dan Sportivitas
Alat Berat Dikerahkan Angkut Tumpukan Sampah, Pemkot Tangerang Gerak Cepat Normalisasi Kali Sabi Cibodas
Bingung Libur Panjang Mau ke Mana? Ini Destinasi Tempat Liburan di Kota Tangerang
DPAD Kota Tangerang Sambut Anak-Anak Disabilitas Lewat Program Durian dan Storytelling
Sosialisasi PP TUNAS dan Sahabat Komdigi di SMPN 25 Tangerang Dorong Anak Aman di Dunia Digital
KIM Kota Tangerang Dibekali Pelatihan AI dan Optimalisasi Website, Siapkan Corong Informasi Produktif dan Efektif
Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan
Berita ini 297 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:50 WIB

Maryono Apresiasi Komitmen Sosial AirNav Indonesia Lewat Program Kurban TJSL

Senin, 25 Mei 2026 - 14:16 WIB

Buka Liga PSSI Tangerang, Sachrudin Tekankan Pentingnya Disiplin dan Sportivitas

Senin, 25 Mei 2026 - 14:15 WIB

Alat Berat Dikerahkan Angkut Tumpukan Sampah, Pemkot Tangerang Gerak Cepat Normalisasi Kali Sabi Cibodas

Senin, 25 Mei 2026 - 13:53 WIB

Bingung Libur Panjang Mau ke Mana? Ini Destinasi Tempat Liburan di Kota Tangerang

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:43 WIB

DPAD Kota Tangerang Sambut Anak-Anak Disabilitas Lewat Program Durian dan Storytelling

Berita Terbaru

Daerah

Pemkot Tangerang Permudah Pembayaran PBB Secara Digital

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:27 WIB