FSPP Desak Embay Minta Maaf

FSPP Desak Embay Minta Maaf

Soal Tudingan Biayai Gerakan Radikal

 


BANTEN | TR.CO.ID

orum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Tangerang, menyatakan sikap prihatin atas tudingan Embay Mulya Syarif yang menyebutkan di salah satu media bahwa FSPP menyunat dana hibah Pondok Pesantren untuk membiayai gerakan radikalisme.

"Kami pimpinan pondok pesantren anggota FSPP Kabupaten Tangerang menyatakan tidak benar tuduhan yang disampaikan oleh Embay Mulya Syarif dalam media Gatra bahwa FSPP menyunat dana hibah Pondok Pesantren untuk membiayai gerakan radikalisme di Banten," ujar Ustadz Adih pengurus FSPP Kabupaten Tangerang, Minggu (13/06).

Dikatakan Ustadz Adih bahwa pada tahun 2018 dan 2020 pihaknya betul mendapatkan dana hibah Pondok Pesantren, namun bukan untuk membiayai seperti yang ditudingkan Embay. "Kami menerima hibah tahun 2018 dan 2020 melalui rekening kas pondok pesantren untuk program pemberdayaan pondok pesantren," kata Ustadz Adih.

Oleh karena itu, lanjut Ustadz Adih, pihaknya menuntut agar Embay beserta orang-orang yang menuduh FSPP tersebut segera meminta maaf. Sebab, hal ini sudah mencoreng nama baik FSPP Banten dan citra Pondok Pesantren.

"Kami menuntut Embay Mulya Syarif dan orang-orang yang menuduh FSPP untuk bertanggung jawab dan meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya yang telah mencemarkan nama baik FSPP Banten," katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi hal tersebut, H. Embay Mulya Syarif membenarkan ihwal pernyataannya yang dimuat Majalah Gatra. Namun Embay menegaskan bahwa apa yang disampaikan itu hanya sebuah indikasi bukan menuduh.

"Yang saya sampaikan itu terindikasi. Buka saja itu majalahnya Gatra, kalau terindikasi itu artinya bukan menuduh. Kalau mereka tidak puas, silakan mereka pakai hak jawabnya ke media yang sama. Kan ada mekanismenya kan." ucap Embay saat dikonfirmasi Tangerang Raya, Minggu (13/6) melalui sambungan seluler.

Embay mengaku memiliki data akurat terhadap beberapa pengurus FSPP yang diduga terlibat dalam gerakan radikalisme. "Kan Pengurus PSPP itu mereka juga aktivitas HTI, aktivitas JAD, kan jelas beberapa orang itu. Saya punya data valid dan saya tidak bisa sebutkan itu," cetusnya.

Tangerang Raya mencoba meminta data-data pengurus yang dimaksud, namun Embay tetap enggan membeberkan. "Saya tidak bisa sebut-lah. (Yang jelas) saya punya datanya lengkap," tandasnya.

Embay juga merasa tidak perlu menyampaikan permohonan maaf kepada FSPP Provinsi Banten karena menurutnya tidak ada kata-kata yang salah dan perlu diklarifikasi. "Saya tidak mau berpolemik di media. Jadi silakan kalau mereka mau ngajak saya dialog, silahkan datang ke rumah," ujarnya.(adg/dam/hel)