Guru Smancik ikuti Seminar Belajar Asyik di Era Digital

Guru Smancik ikuti Seminar Belajar Asyik di Era Digital

SERANG | TR.CO.ID

SMA Negeri 1 Cikande (Smancik) terus berupaya memberikan fasilitas beragam kepada guru dan siswa dalam proses pembelajaran berbasis digital. Salah satunya dengan menggelar acara seminar sehari dengan tema belajar asyik di era digital, yang dilaksanakan di aula sekolah.

Kepala UPT SMA Negeri 1 Cikande, Mulyadi menuturkan, salah satu tujuan lain dari acara seminar ini adalah mengoptimalkan penggunaan buku digital dan perpustakaan digital yang sudah tersedia di sekolah.

Belajar asyik disini, sambung Mulyadi, bisa dimaknai guru dapat menciptakan kondisi belajar yang mengasyikan, menggairahkan, membangkitkan semangat, tidak membuat siswa jenuh, bosan dan boring. Mengingat sudah satu tahun peserta didik belajar online atau pembelajaran jarak jauh secara daring (dalam Jaringan) dan siswa dapat belajar dari rumah (BDR).

“Sudah satu tahun siswa belajar online. Untuk membangkitkan semangat, gairah dan agar siswa tidak bosan maka sekolah melakukan inovasi salah satunya dengan acara seminar belajar asyik di era digital,” kata Mulyadi kepada Harian Tangerang Raya melalui pesan elektronik pada Minggu (21/2).

Mulyadi menambahkan untuk mendukung proses pembelajaran berkualitas yang dapat diintegrasikan dengan pembelajaran baik itu terkait materi maupun strateginya maka dalam seminar ini sekolah mendatangkan narasumber dari tim IT penerbit Erlangga dan narasumber dari internal sekolah yakni kepala sekolah yang hadir dihadapan peserta seminar yang berjumlah 56 orang, semuanya  guru SMA Negeri 1 Cikande.

“kegiatan seminar ini hanya satu hari, sampai dengan guru mampu mendownload e book dan tergabung dalam e-library sekolah. Buku digital, buku berbentuk chip yang di download ke notebook atau handphone / tablet,” terang Mulyadi.

Dalam pelaksanaannya, kata Mulyadi, siswa datang ke perpustakaan sudah tersedia sebanyak 4 komputer yang didalamnya ada e-book. Untuk e library, perpustakaan digital, sekolah siapkan aplikasi dan siswa meminjam buku bisa melalui handphone masing-masing. Dan di sekolah sudah tersedia e-book dari penerbit Erlangga dan Grafindo.

“Jadi begini, untuk e library, Cikande nanti punya dua aplikasi yakni satu khusus untuk buku mata pelajaran kerjasama dengan Erlangga. Dan aplikasi yang satunya lagi untuk buku umum, fiksi dan non fiksi,” jelas Mulyadi.

Mulyadi berharap dengan beragam fasilitas yang diberikan sekolah, belajar online dapat lebih asyik dan bergairah sehingga daya seerap materi pelajaran akan lebih baik. “Ini menjawab program Mendikbud tentang literasi digital dan numerasi,” ujarnya.

Literasi itu, kata Mulyadi, bukan hanya kemampuan siswa membaca juga menganalisis suatu bacaan serta kemampuan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis dengan menggunakan angka-angka. (mur/dam)