Habib Ali Tolak Penylenggaraan Pilkada di Tengah Pandemi

Habib Ali Tolak Penylenggaraan Pilkada di Tengah Pandemi
Habib Ali Alwi, Anggota DPD RI Asal Provinsi Banten/ Harian Tangerang Raya_ Mustopa Adam Kamal

TANGSEL | TRM

Tokoh Ulama Karismatik yang juga Anggota DPD RI Asal Provinsi Banten Habib Ali Alwi menolak jika penyelenggaraan Pemlilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 tetap dilaksanakan di tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Ia menilai pelaksanaan pilkada di tengah pandemi mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat jika tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Kalau saya, Menolak pilkada di lakukan di tengah - tengah pandemi covid - 19, karena menyelamatkan nyawa manusia lebih penting di banding pilkada itu sendiri. Toh tidak ada salahnya jika di tunda, karena masa kepemimpinan Bupati/Walikota itu kan sampai dengan 2021," kata Habib Ali Kepada Harian Tangerang Raya, Kamis (8/10/20).

Ia menambahkan, Pilkada serentak yang akan di helat pada 9 Desember 2020 yang sudah mengakhiri tahapan penetapan calon dan memasuki masa kampanye tidak rasional karena tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kluster baru penularan COVID - 19.

"Pemerintah harus konsisten dong dengan pencegahan pandemi ini, berkumpul saja tidak boleh harus jaga jarak, apa - apa tidak boleh, kenapa pilkada harus di adakan tahun 2020 ini. Sedangkan pilkada itu tempat berkumpulnya masa, tempat berkumpulnya konsituen, tempat berkumpulnya para pendukung," bebernya.

Biarkan saja, sambung Habib, Para Bupati maupun Walikota menyelesaikan tugasnya hingga masa jabatannya berakhir.

"Jadi biarkan saja mereka sampai selesaikan tugasnya, bisa saja di tunda sampai 2021. Kenapa harus di paksakan tahun ini harus ada pilkada, ada apa sebenarnya?, tidak ada urgent nya sama sekali," imbuhnya.

Menurutnya, saat ini yang paling urgent adalah menjaga nyawa rakyat, menjaga nyawa rakyat adalah hal yang sangat penting ketimbang pilkada.

"Jadi sebenarnya ini yang bahaya Pilkada atau Pandemi Covid? Kalau mereka anggap covid ini berbahaya ya di tunda pilkada nya, tapi kelau mereka menganggap bahwa pilkada ini urgent dan untuk mengorbankan rakyat ya silahkan saja kalian yang bertanggung jawab sendiri," papar Tokoh Politik senior ini.

"Kaga ada urgent - urgent nya pilkada di lakukan di tengah pandemi ini, Rapihkan dulu pandemi, proyek - proyek infarstruktur yang di rasakan oleh masyarakat itu tidak berjalan hanya karena pandemi. Yang palin penting saat ini adalah menuntaskan virus corona," demikian Habib. (Fuad/dam)